Perananan Kepala Adat Sebagai Hakim Perdamaian Dalam Sengketa Tanah Tapal Batas Wilayah Didesa Lotas Kecamatan Kokbaun Kabupaten Tts

SAE, Yohan Soleman (2017) Perananan Kepala Adat Sebagai Hakim Perdamaian Dalam Sengketa Tanah Tapal Batas Wilayah Didesa Lotas Kecamatan Kokbaun Kabupaten Tts. Diploma thesis, Unika Widya Mandira.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (829kB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (156kB)
[img] Text
BAB 2.pdf

Download (363kB)
[img] Text
BAB 3.pdf

Download (148kB)
[img] Text
BAB 4.pdf

Download (712kB)
[img] Text
BAB 5.pdf

Download (331kB)
[img] Text
BAB 6.pdf

Download (181kB)

Abstract

Adapun masalah pokok dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah Peranan Kepala Adat sebagai Hakim Perdamaian dalam menyelesaikan sengketa tanah Tapal Batas wilayah di Desa Lotas Kecamatan Kokbaun Kabupaten TTS. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah Peranan Kepala Adat Dalam Penyelesaian Sengketa Tanah. Ada tiga aspek untuk menyelesaikan konflik Tapal Batas yaitu : 1). Kepala Adat menciptakan forum perdamaian, 2).Kepala Adat menyelesaian konflik secara adat, dan 3). Pengambilan keputusan damai adat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Teknik pengelolaan dan analisa data penulis menggunakan teknik analisa deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari Aspek Kepala Adat menciptakan forum perdamaian menunjukan Kepala Adat mengadakan telah menciptakan forum perdamaian Adat dengan cara mengadakan pertemuan bersama dan menghadirkan pihak yang berkonflik dan Pemerintah setempat sebagai saksi. Hasilnya baik karena Suku Lotas Dawan dan Suku Lota Belu saling mempertahankan letak tapal batas wilayah yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tengara Timur. Aspek Kepala Adat menyelesaian konflik secara Adat menunjukan dalam penyelesaian konflik ini, kedua kepala adat melakukan pendekatan budaya yaitu mendamaikan masyarakat Suku Lotas Dawan dan Suku Lotas Belu melalui cara Adat secara baik untuk mencari jalan keluar bersama agar konflik ini dapat dieselesaikan dengan baik. Aspek Pengambilan keputusan damai Adat menunjukan bahwa cara kepala Adat membantu menyelesaikan konflik antara pihak masyarakat Lotas Dawan dan Lotas Belu adalah kepala Adat melakukan penyelesaian secara kekeluargaan, dengan memanggil kedua pihak yang berkonflik untuk memberi pemahaman serta bersama-sama mencari solusi untuk menyelesaikan masalah sengketa tanah tapal batas wilayah. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa Perananan Kepala Adat Sebagai Hakim Perdamaian Dalam Sengketa Tanah Tapal Batas Wilayah Di Desa Lotas Kecamatan Kokbaun Kabupaten TTS baik karena kedua Kepala Adat selalu melakukan pendekan Adat dengan masyarakat sehingga konflik tapal batas ini dapat diselesaikan dengan baik. Saran dari penelitian ini adalah : bahwa di dalam menyelesaikan Konflik Tapal Batas Antara Suku Lotas Dawan Dan Lotas Belu Harus Melalui Adat Agar Konflik Ini Dapat Diselesaikan Dengan Baik.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Peranan Kepala Adat
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GT Manners and customs
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
J Political Science > JQ Political institutions Asia
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Pemerintahan
Depositing User: Andreas M. Pati
Date Deposited: 17 Dec 2019 03:07
Last Modified: 17 Dec 2019 03:07
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/1047

Actions (login required)

View Item View Item