Peran Komisi Penanggulangan Aids Kota Kupang (KPAD) Sebagai Koordinator Dalam Menanggulangi Penyebaran Penyakit HIV Dan AIDS Di Kota Kupang Tahun2016

SOARES, Lucio A. Da Costa (2018) Peran Komisi Penanggulangan Aids Kota Kupang (KPAD) Sebagai Koordinator Dalam Menanggulangi Penyebaran Penyakit HIV Dan AIDS Di Kota Kupang Tahun2016. Diploma thesis, Unika Widya Mandira.

[img] Text
ABSTRAK ( HALAMAN JUDUI-DAFTAR ISI DAN DAFTAR TABEL.pdf

Download (752kB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (104kB)
[img] Text
BAB 2.pdf

Download (114kB)
[img] Text
BAB 3.pdf

Download (112kB)
[img] Text
BAB 4.pdf

Download (151kB)
[img] Text
BAB 5.pdf

Download (693kB)
[img] Text
BAB 6.pdf

Download (99kB)

Abstract

Masalah pokok yang diteliti dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah Peran Komisi Penanggulangangan AIDS Di Kota Kupang (KPAD) sebagai koordinator dalam menangani penyebaran penyakit HIV/AIDS Di Kota Kupang Tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peran Komisi Penanggulangangan AIDS Di Kota Kupang (KPAD) sebagai koordinator dalam menangani penyebaran penyakit HIV/AIDS Di Kota Kupang Tahun.Teori yang di gunakan untuk menjawab masalah yang di angkat menggunakan teori koordinasi.Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskripsi kualitatif, sumber data yang diperoleh yaitu data primer dan data sekunder, metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan empat variabel yakni: Melakukan sosialisasi dan penyuluhan secara berkala terhadap para remaja, Melakukan kegiatan rutin KPAD berupa kegiatan seminar dll, Melakukan VCT bagi orang yang ingin melakukan tes HIV, Melakukan rehabilitasi sosial berupa pendampingan mental, sosial, dan religi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) sosialisasi yang dilakukan oleh LSM masih kurang efektif karena melaksanakan sosialisasi hanya melakukanya jika ada kasus mereka tidak melakukan sosialisasi untuk masyarakat umum. Sedangkan sosialisasi oleh pihak lain sudah cukup baik. (2) kegiatan Rutin yang dilakukan oleh KPA Kota Kupang yaitu melakukan pelatihan bagi pendidik sebaya yang bertujuan untuk mendampingi para ODHA dimana mereka memiliki tugas sebagai teman berbicara serta memotivasi para ODHA agar tidak selalu merasa stres dengan keadaan mereka. (3) dapat diketahui bahwa kegiatan Mobile VCT sampai saat ini sudah sangat baik prosesnya selain respon masyarakat yang baik pada saat melakukan tes juga rahasia antara individu dan perawat Rumah Sakit terjaga dengan sangat baik. Selain itu penangulangan bagi para individu yang positif HIV juga sudah baik, namun kendala yang masih ditemui sampai saat ini adalah yakni masih kurangnya klinik VCT yang ada di Kota Kupang karena sampai saat ini baru ada 4 klinik yang tersebar diseluruh Kota Kupang sehingga belum bisa mencakup seluruh masyarakat yang tersebar dalam 6 kecamatan dan 51 kelurahan yang ada di seluruh Kota Kupang. (4) rehabilitasi bukan dilakukan lansung oleh KPA Kota Kupang melainkan, dilakukan oleh LSM selaku mitra kerja dari KPA Kota Kupang. LSM yang dimaksud yakni LSM yang tujuan organisasinya bergerak dibidang mengenai HIV/AIDS. Namun KPA juga membantu dalam hal pendanaan sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan baik, selain mendanai kerja dari LSM, KPA Kota Kupang juga rutin melakukan monitoring terhadap kegiatan rehabilitasi yang dilakukan oleh LSM. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, (1) masih kurang efektif dalam melakukan sosialisasi oleh LSM. (2) dalam aspek melakukan kegiatan rutin masih kurang jumlah kegiatan. (3) dalam aspek kegiatan VCT masih kurang klinik VCT yang tersedia. (4) dalam aspek rehabilitasi bagi para ODHA nasib para pendamping kurang diperhatikan terutama dari kalangan ODHA. Berdasarkan kesimpulan yang telah diuraikan, sehubungan dengan peran KPAD dalam menanggulangi penyebaran xiv penyakit HIV/AIDS Di Kota Kupang tahun 2016 maka disarankan: (1) Dalam tahap sosialisasi secara berkala harus lebih gencar dalam melakukan sosialisasi kepada setiap aspek masyarakat saja seperti di Sekolah, Perkantoran, Lembaga Permasyarakatan, Kos-Kosan, di tempat Prostitusi dll. Sehingga pengetahuan mengenai bahaya HIV/AIDS dapat diketahui oleh semua lapisan masyarakat. (2) Pada tahap melakukan pelatihan bagi para pendidik sebaya sebaiknya dilakukan sebanyak 2 kali setahun sehingga bisa mencetak lebih banyak para pendamping agar dapat menjangkau seluruh penderita HIV/AIDS di Kota Kupang agar lebih cepat proses mendampingi. (3) Pada tahap ini pemerintah diharapkan dapat turun tangan lansung dalam memperhatikan klinik VCT yang ada di Kota Kupang sehingga bisa menjangkau semua masyarakat Kota Kupang. (4) Dalam tahap melakukan Rehabilitasi bagi para ODHA. Pemerintah juga harus lebih serius dalam memerhatikan nasib para pendamping yang juga merupakan ODHA karena hingga saat ini belum ada perhatian khusus bagi para pendamping khususnya di KDS Perjuangan sehingga mereka bisa sedikit terbantu dan juga dapat melaksanakan tugas mereka dengan baik.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Peran, Koordinasi, Kota
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races
J Political Science > J General legislative and executive papers
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Pemerintahan
Depositing User: Andreas M. Pati
Date Deposited: 19 Dec 2019 03:03
Last Modified: 19 Dec 2019 03:03
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/1075

Actions (login required)

View Item View Item