Santa Maria Sebagai Typos Gereja Menurut Lumen Gentium Artikel 63 dan Relevansinya Bagi Kehidupan Umat Katolik

SORENINU, Marianus (2020) Santa Maria Sebagai Typos Gereja Menurut Lumen Gentium Artikel 63 dan Relevansinya Bagi Kehidupan Umat Katolik. Undergraduate thesis, Universitas Katolik Widya Mandira.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (656kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (235kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (465kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (266kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (361kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (226kB)

Abstract

Sosok Bunda Penebus merupakan pribadi yang istimewa karena dipilih oleh Allah untuk menjadi Bunda Yesus dan kemudian menjadi anggota Gereja yang paling ulung. Maria tidak banyak disinggung di dalam Kitab Suci. Walaupun demikian Kitab Suci menjadi landasan terpenting selain tradisi Gereja, Magisterium Gereja, Teolog-teolog dan Mariolog lainnya sebagai acuan untuk terus-menerus mengembangkan refleksi dan pemahaman secara baik terhadap peran Maria dalam rencana karya keselamatan Allah bagi umat manusia. Santa Perawan Maria dipilih oleh Allah, ia dinaungi Roh Kudus dan melahirkan Kristus Penyelamat dunia. Pernyataan fiat perawan Nazaret ini memungkinkan peristiwa inkarnasi dapat menjadi nyata. Maria memberi diri secara utuh kepada Allah, dengan demikian ia pantas mendapatkan gelar Bunda Putera Allah. Maria ialah Ibu yang melahirkan Yesus yang diimani oleh para pengikutNya sebagai Kristus. Maria dipilih Allah untuk menjadi Bunda Yesus yang menjelma menjadi manusia. Melalui Marialah Allah datang kedunia ini dalam diri Yesus Kristus untuk menyelamatkam manusia dari belenggu dosa. Partisipasi aktif Maria dalam karya keselamatan Allah bagi dunia sangat besar dengan demikian pantaslah ia dihormati dan diberi gelar sebagai Bunda Allah oleh Gereja dalam konsili Efesus, yang melaluinya dalam kekuatan Roh Kudus Putera Allah dilahirkan ditengah dunia. Oleh karena fiatnya terhadap kehendak Allah yang diungkapkannya secara bebas maka dengan demikian ia menerima rahmat yang sangat istimewa yakni menjadi Bunda Allah Putera. Di sisi lain Bunda Maria dipandang sebagai typos atau model yang patut diteladani oleh setiap umat ix katolik. Keteladanan Maria ini dipaparkan secara baik dalam dokumen Gereja Konsili Vatikan II Lumen Gentium bab VIII. Maria dipandang sebagai prototype dalam iman, cinta kasih dan persatuan sempurna dengan Kristus. Maria adalah teladan bagi para beriman. Hendaknya Gereja umat Allah belajar dari Maria yang telah unggul dalam iman dan cinta kasih akan Allah dan persatuan sempurna dengan Kristus. Keutamaan-keutamaan Maria yang telah dilukiskan oleh Konsili suci dalam dokumen Lumen Gentium, oleh Gereja-umat Allah dapat dijadikan acuan dasar dalam menanggapi panggilan Allah dalam realitas kehidupan saat ini. Iman sebagai tanggapan akan panggilan Allah semakin berkurang dari pihak umat sekarang ini ditambah lagi dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, iman umat akan Allah sebagai sumber kehidupan sejati dapat saja makin hari makin kerdil. Berdasarkan hal ini, melalui tulisan kecil ini, penulis ingin agar umat dapat mengenal sosok Maria secara lebih mendalam dan keteladanannya dalam iman, cintakasih dan persatuan dengan Kristus. Dengan demikian, pantaslah ia menjadi contoh, typos atau exemplar bagi seluruh anggota Gereja, Tubuh mistik Kristus, Gereja, untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah sebagai sumber hidup dan keselamatan abadi.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
B Philosophy. Psychology. Religion > BR Christianity
B Philosophy. Psychology. Religion > BT Doctrinal Theology
Divisions: Fakultas Filsafat > Program Studi Ilmu Filsafat
Depositing User: S.Kom Sela Mikado
Date Deposited: 03 Mar 2023 02:12
Last Modified: 03 Mar 2023 02:12
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/12250

Actions (login required)

View Item View Item