Estetika Kecantikan Koa Ngi’i Dalam Masyarakat Adat Nunukae Desa Leguderu Kecamatau Boawae Kabupaten Nagekeo

CEME, Oswaldus (2023) Estetika Kecantikan Koa Ngi’i Dalam Masyarakat Adat Nunukae Desa Leguderu Kecamatau Boawae Kabupaten Nagekeo. Undergraduate thesis, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (990kB)
[img] Text
Bab I.pdf

Download (512kB)
[img] Text
Bab II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (535kB)
[img] Text
Bab III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (728kB)
[img] Text
Bab IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (698kB)
[img] Text
Bab V.pdf

Download (655kB)

Abstract

Pengertian estetika pada dasarnya terkait dengan beberapa masalah seperti: keindahan, kecantikan, seni, ekspresi, bentuk serta pengalaman estetis. Secara garis besar, estetika dapat juga digolongkan menjadi dua, yakni estetika (keindahan) alami dan estetika (keindahan) buatan yang diwujudkan oleh manusia. Pertama, estetika alami tidak dapat dibuat oleh manusia karena merupakan sesuatu wujud keindahan akibat peristiwa alam. Kedua, estetika yang diwujudkan oleh manusia pada umumnya disebut sebagai benda-benda yang memiliki nilai seni. Benda-benda seni, selain memiliki nilai-nilai estetika atau mengandung unsur-unsur estetika, juga merupakan ekspresi dari seorang seniman dalam mengungkapkan perasaannya. Estetika merupakan salah satu cabang dari ilmu filsafat. Karena merupakan suatu disiplin ilmu dalam filsafat maka estetika selalu dibicarakan dan dikaji. Estetika merupakan kondisi yang berkaitan dengan keindahan yang dapat dirasakan, namun keindahan itu baru dapat dirasakan jika terjalin perpaduan harmonis antara elemen-elemen keindahan yang tercantum dalam obyek. Di masa milenial ini, estetika tidak hanya bersifat statis atau hanya berpaku pada teknik, struktur serta keharmonisan, lebih dari itu estetika harus mampu memberi makna dan arti serta peran estetika dalam berbagai cabang kehidupan. Keberadaan manusia sebagai makhluk beragama dan berbudaya tidak terlepas dari unsur-unsur estetika atau keindahan. Estetika bertumbuh dan berkembang dalam dua segi kehidupan. Pertama, estetika religius. Estetika religius ialah estetika yang ada dalam kehidupan religius atau keagamaan. Dari estetika tersebut kita bisa mengetahui agama yang dianut seseorang. Misalnya dengan mengenakan berbagai ikon dalam agama masingmasing. Kedua, estetika budaya. Dalam kebudayaan estetika itu sangat berarti. Estetika atau kesenian mempermudah orang-orang untuk mengenal akan identitas seseorang dari mana asalnya dan kebudayaan apa yang dianut. Seperti Di Kabupaten Nagekeo khususnya di Kampung Nunukae Desa Leguderu yang memiliki kebudayaan “ Koa Ngi’ i” yakni budaya pendewasaan pada xiv perempuan. Dalam praktik Koa Ngi’ i penulis meneliti bahwa di sana terkandung nilai estetika (kecantikan) yang diekpresikan oleh perempuan. Upacara Koa Ngi’ i juga merupakan salah satu simbol pendewasaan bagi wanita masyarakat Nunukae. Selain sebagai simbol pendewasaan, Koa Ngi’ i juga sebagai simbol kecantikan/keindahan dari si wanita tersebut karena ia bisa mengekspresikan diri dengan cara merapihkan gigi. Koa Ngi’ i sebagaimana dikatakan di atas adalah upacara khusus bagi wanita. Berdasarkan uraian di atas maka penulis membuat penelitian ini dengan judul, ESTETIKA KECANTIKAN KOA NGI’ I DALAM MASYARAKAT ADAT NUNUKAE, DESA LEGUDERU, KECAMATAN BOAWAE KABUPATEN NAGEKEO.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
Divisions: Fakultas Filsafat > Program Studi Ilmu Filsafat
Depositing User: S.Fil Oswaldus Ceme
Date Deposited: 05 Sep 2023 06:33
Last Modified: 05 Sep 2023 06:33
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/13733

Actions (login required)

View Item View Item