Back To Nature: Pemikiran Jean Jacques Rousseau Tentang Pendidikan Dan Relevansinya Dalam Pendidikan Di Indonesia

NAIF, Gerson Yoseph (2023) Back To Nature: Pemikiran Jean Jacques Rousseau Tentang Pendidikan Dan Relevansinya Dalam Pendidikan Di Indonesia. Undergraduate thesis, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (324kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (406kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (543kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (478kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (308kB)

Abstract

Manusia adalah binatang berakal budi (animal rationale). Sebagai binatang berakal budi manusia menggunakan akal budi untuk menentukan arah hidupnya sendiri bukan seperti binatang yang hanya menggunakan insting saja. Akal budi yang ada pada manusia perlu dilatih untuk dapat menekan kebinatangan yang ada dalam diri manusia. Proses inilah yang disebut dengan pendidikan. Pendidikan dalam tujuannya yaitu memanusiakan manusia. Artinya bahwa membuat manusia sebagai manusia yang utuh yaitu dalam kehidupannya ia dapat menggunakan akal budi dengan baik dan benar. Jean Jacques Rousseau merupakan salah satu tokoh revolusioner yang juga memberikan pandangannya tentang pendidikan. Rousseau mengajukan karya tentang pendidikan, yaitu suatu model atau budaya bagi para orang tua tentang bagaimana membesarkan anak-anak mereka dengan “mengikuti alam”. Dalam Emile, Rousseau menekankan suatu pendidikan yang harus menanamkan rasa percaya diri, kemandirian dan keamanan emosional. Hal-hal inilah yang akan menjadi kekuatan bagi anak ketika dewasa dan menjadi bagian dari masyarakat. Ketika itu anak sudah mampu menjadi orang yang produktif dan bertanggung jawab. Anak akan menjadi orang yang menghargai kebebasan pribadi jika sejak muda sudah diajarkan untuk berpikir sendiri. Manusia itu baik, bebas dan bahagia oleh alam merupakan dasar filosofis dari pendidikan Rousseau yang dituangkan dalam Emile. Baginya, pendidikan pertamatama harus untuk menumbuhkan kecenderungan alami manusia dan untuk menemukan hakikatnya anak sebagai manusia yang baik dan bebas sesuai ciptaan di awal mula. Menurut Rousseau, alam bisa mengajarkan kejujuran, kebenaran dan kualitas perasaan kepada manusia. Pendidikan Rousseau ini dapat terealisasi pada praktik observasi langsung dan sesuai dengan tahap umur. Rousseau dalam idenya, pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa; pendidikan harus berlangsung dalam kehidupan nyata. Selain itu, pada hakikatnya manusia itu terlahir sebagai individu yang baik, jujur, dan penuh kasih. Jika ternyata mereka jahat, tidak jujur dan penuh kebencian itu adalah akibat dari pendidikan dan lingkungan yang telah menyesatkan mereka. Maka bagi Rousseau pendidikan itu haruslah membantu anak untuk berkembang secara alami dengan atau yang lebih dengan kenal Back to nature. Kembali kepada alam kodratiah manusia (manusia alamiah) dengan pendekatan yang bersifat alamiah. Kualitas dalam diri manusia sejak awal yaitu kebahagiaan, rasa ingin tahu dan kemandirian dari si anak (peserta didik). Kualitas inilah yang harus menjadi pegangan dan tujuan dalam pendidikan yaitu kembali pada kualitas alamiah itu. Rousseau dalam konsepnya tentang pendidikan, mengungkapkan pendidikan menurut golongan umur. Baginya, dalam pendidikan tidak cara pendekatan pada setiap golongan umur berbeda. Oleh karena itu harus ada pola tertentu yang digunakan untuk bisa membawa anak sampai pada tujuan dalam pendidikan. Hal ini sejalan dengan pendidikan yang ada di Indonesia. Pendidikan di Indonesia dibagi berdasarkan jenjangjenjang pendidikan yang juga berdasarkan golongan umur tertentu. Mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini, Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Perguruan Tinggi. Pendidikan Indonesia yang telah dibangun dalam rentang sejarah perlu untuk diperbaharui dari waktu ke waktu. Ada banyak hal yang telah menjadi duri bagi perjalanan pendidikan di Indonesia. Politik merupakan salah satu penyebab kekacauan pendidikan di Indonesia ini. Oleh karena itu pendidikan kembali kepada alam yang dicanangkan Rousseau itu harus menjadi pegangan bagi para pendidik di Indonesia dalam hal ini orang tua dan guru. Terlepas dari setiap kekurangan dari Rousseau sebagai pendidik yang baik Rousseau sendiri sudah memberikan cara untuk menjadi seorang tutor yang baik. Selain itu, pendidikan dengan berdasarkan golongan umur yang dikemukakan oleh Rousseau ada sesuatu yang baik bagi pendidikan di Indonesia. Dalam praktek pendidikan di Indonesia sudah dilaksanakan pendidikan ini yang mana anak didik akan melalui pendidikan dari tingkat paling rendah sampai tingkat paling tinggi. Di sini, dalam pendekatan berbeda dalam setiap jenjang usia agar dapat membentuk anak menjadi lebih baik. Rousseau sendiri dalam mendidik Emile menekan tugas belajar tertentu dalam setiap jenjang umur untuk mencapai tujuan dari pendidikannya. Dengan berkaca pada Rousseau para pendidik dalam hal ini guru dan juga orang dapat menjadi pendidik yang baik dalam mendidik anak sehingga mereka bisa menjadi generasi penerus bangsa.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Pendidikan, Alam, Jean Jacques Rousseau
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Filsafat > Program Studi Ilmu Filsafat
Depositing User: S.Fil Gerson Yoseph Naif
Date Deposited: 08 Sep 2023 23:13
Last Modified: 08 Sep 2023 23:13
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/13887

Actions (login required)

View Item View Item