Kuasa Yesus Dan Iman Akan Yesus Merupakan Dasar Penyembahan Penderita Kusta

TIWU, Yohanes B. Adrian (2023) Kuasa Yesus Dan Iman Akan Yesus Merupakan Dasar Penyembahan Penderita Kusta. Undergraduate thesis, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (633kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (325kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (575kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (463kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (337kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (182kB)

Abstract

Kitab Suci berbicara tentang Allah dan manusia dalam hubungan timbal balik. Dengan berbagai cara Kitab Suci menjelaskan tentang siapa itu Allah bagi manusia dan siapa manusia bagi Allah. Dalam Kitab Suci Allah menjadi topik utama yang dibicarakan Kitab Suci. Terkadang tampak jelas terkadang tampak kabur. Tetapi Tuhan selalu hadir. Dalam semuanya itu, iman yang adalah hasil hubungan Allah dengan manusia menjadi topik yang sentral. Allah menawarkan rahmat dan manusia menerima tawaran itu dalam iman. Wahyu mengungkapkan hubungan vertikal Allah dan manusia dan iman menjadi ungkapan hubungan vertikal manusia dengan Allah. Dalam iman manusia menyadari dan mengakui bahwa Allah yang tak terbatas berkenan masuk dalam hidup manusia yang terbatas. Ia memanggil dan menyelamatkan manusia. Panggilan dan karya keselamatan yang dialami manusia dalam iman adalah hadiah cuma-cuma dari Allah. Manusia menjadi saleh dan kudus karena telah menerima hadiah itu. Namun kesalehan bukanlah kondisi iman yang pasif tetapi oleh karena kondisi iman yang aktif, mencari dan mengikuti kehendak Allah. Kitab Suci menunjukkan bahwa penderitaan selalu menjadi ujian bagi iman manusia, walaupun adanya penderitaan dirasa sebagai akibat dari dosa dan kesalahan manusia. Seruan penderita kusta kepada Tuhan Yesus: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku”, mau mengungkapkan bahwa orang kusta itu beriman kepada-Nya. Karena itulah Yesus menanggapi: dengan mengatakan bahwa “Aku mau, jadilah engkau tahir”. Peristiwa ini menunjukkan keilahian Yesus. Sebab dengan beriman kepada Allah memungkinkan segala sesuatu itu akan terjadi pada diri manusia. Penyembuhan orang kusta semata-mata karena imannya kepada Yesus yang adalah Mesias (yang artinya penyelamat). xiii Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa penyembuhan yang terjadi dalam diri orang kusta itu berkat imannya kepada Yesus. Selain itu penyembuhan juga dilihat sebagai perwujudan cinta kasih Allah kepada orang-orang sakit dan orang-orang berdosa. Melalui pelayanan penyembuhan-Nya, Yesus mewahyukan Allah yang hadir untuk menyelamatkan manusia dengan cinta-Nya di Dunia. Penyembuhan juga tidak dapat dipisahkan dari pernyataan kabar gembira. Injil Matius, Markus dan Lukas membagi pelayan Yesus ke dalam tiga kategori, yaitu khotbah, pengajaran dan penyembuhan. Pada saat Yesus menyembuhkan orang sakit fisik maupun psikis, Dia memberi tanda yang jelas melalui perkataan dan tindakan yang dilakukan dengan kuasa Tuhan yang telah dihadirkan di Dunia.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Allah, Yesus, Rahmat, Penderita Kusta, Iman.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
B Philosophy. Psychology. Religion > BR Christianity
Divisions: Fakultas Filsafat > Program Studi Ilmu Filsafat
Depositing User: S.Fil Yohanes Babtista Adrian Tiwu
Date Deposited: 11 Sep 2023 00:52
Last Modified: 11 Sep 2023 00:52
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/13936

Actions (login required)

View Item View Item