Krisis Ekologi Menurut Rachel Carson

TNOMEL, Yeremias Arimatea (2023) Krisis Ekologi Menurut Rachel Carson. Undergraduate thesis, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (485kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (316kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (359kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (484kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (488kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (425kB)

Abstract

Dunia sedang dalam bahaya “mundus in malingo” atau ibu kita sedang menderita. Ini merupakan ungkapan-ungkapan yang menggambarkan keadaan ekologi yang sementara mengalami krisis. Di mana-mana terjadi peristiwa-peristiwa alam yang sangat mengerikan baik yang terjadi secara alamiah seperti tsunami, letusan gunung api, angin puting beliung, gempa bumi maupun yang terjadi karena ulah manusia seperti pencemaran air, pencemaran tanah, pencemaran udara dan lain sebagainya. Hal ini berdampak pada kerusakan lapisan ozon, kepunahan keanekaragaman hayati, kepunahan mata air, kepunahan sumber daya alam dan kekacauan iklim global. Terdapat beberapa sebab terjadinya krisis pada ekologi. Pertama,kekeliruan perkembangan rasionalisme di mana akal budi manusia diagung-agungkan sehingga segala sesuatu itu mengacu pada dirinya -manusia-sendiri dan alam tidak lagi dipandang secara organis tetapi secara mekanistik. Kedua,egoisme manusia yang ditandai dengan perlombaan-perlombaan untuk hidup secara mewah oleh setiap individu tanpa mempedulikan alam dan sesama. Ketiga,kesalahan cara pandang bahwasanya hanya manusia yang mempunyai nilai sementara alam hanya memiliki nilai instrumental sekadar demi kepentingan manusia. Karena itu, akhirnya berimplikasi pada perilaku manusia seperti kebijakan pembangunan, tata kelola lingkungan, relasi sosial, hukum-hukum dan sebagainya dengan orientasi utamanya ialah keuntungan bagi individu atau kelompok tertentu. Keempat,modernisasi yang kian berkembang membuat manusia semakin rakus untuk mengeksploitasi alam dengan keuntungan ekonomi yang tinggi. Dari beberapa sebab yang dijelaskan ini dapat disimpulkan bahwa sebab utama terjadinya krisis ekologi ialah manusia. Rachel Carson mengkritisi krisis ekologi yang marak terjadi pada zamannya dengan berpandangan bahwa sebab utama krisis ekologi terletak pada upaya pengendalian hama dengan menggunakan pestisida secara khusus Dikloro Diphenil Trikloro-etana(DDT). Menurutnya, pestisida yang disemprotkan akan menimbulkan pencemaran dan membunuh setiap makhluk hidup yang terkontaminasi baik itu secara langsung viimaupun tidak langsung. Hal ini karena pestisida berproses melalui jaringan rantai makanan sehingga ia menyatakan bahwa sebutan yang tepat untuk insektisida ialah biosida. Kekritisan Rachel Carson tentang krisis ekologi dilandasi dengan suatu pola pikir yakni pola pikir antroposentrisme. Pola pikir ini mengidealkan manusia bahwasanya hanya manusialah yang memiliki nilai pada dirinya sendiri, sementara alam dan segala isinya sekadar sebagai alat pemuas kepentingan dan kebutuhan hidup manusia. Akibatnya manusia berperilaku tidak adil terhadap alam dan sesamanya.Oleh karena itu Rachel Carson menyodorkan beberapa solusi untuk meminimalisir terjadinya krisis ekologi seperti memberikan pemahaman (pendidikan) yang komprehensif terkait penggunaan pestisida –khususnya DDT-kepada semua orang dan mencari alternatif lain yang sifatnya ramah lingkungan misalnya sterilisasi atau memperkenalkan parasit dan predator tertentu yang membantu mengendalikan populasi hama.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Ekologi, Bencana Alam
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
G Geography. Anthropology. Recreation > GF Human ecology. Anthropogeography
Divisions: Fakultas Filsafat > Program Studi Ilmu Filsafat
Depositing User: S.Fil Yeremias Arimatea Tnomel
Date Deposited: 12 Sep 2023 02:23
Last Modified: 12 Sep 2023 02:23
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/14117

Actions (login required)

View Item View Item