Makna Belis Gading Sesuai Ukuran pada Perkawinan Adat Suku Lamaholot (Studi Kasus di Desa Puor, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata)

LAMAK, Stanis Deri (2024) Makna Belis Gading Sesuai Ukuran pada Perkawinan Adat Suku Lamaholot (Studi Kasus di Desa Puor, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata). Undergraduate thesis, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (482kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (128kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (158kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (89kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (560kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (109kB)
[img] Text
BAB VI.pdf

Download (42kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (137kB)

Abstract

Skripsi ini berjudul “Makna Belis Gading Sesuai Ukuran Dalam Perkawinan Adat Suku Lamaholot(Studi Kasus Di Desa Puor Kabupaten Lembata), Desa Puor merupakan bagian dari suku Lamaholot yang masih memegang erat budaya belis menggunakan Gading. Hal ini merupakan hasil adat istiadat setempat yang dipraktikkan dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Masyarakat memberi kesan positif pada belis karena mereka yakin belis menunjukkan rasa hormat terhadap perempuan. Selain itu, belis melambangkan ikatan antara laki-laki dan perempuan serta pentingnya ikatan kekeluargaan. Penerimaan seorang perempuan ke dalam marga calon suaminya dipandang bergantung pada tingginya tingkat belis yang dimilikinya. Untuk mengetahui makna yang terkandung dalam pemberian belis gading pada pernikahan adat suku Lamaholot, maka rumusan masalah yang digunakan ialah bagaimana makna belis Gading sesuai ukuran dalam perkawinan adat suku Lamaholot di desa Puor Kabupaten Lembata ?”. kerangka pemikiran yang dibuat yakni perkawinan adat di desa Puor. Dalam perkawinan adat ini ada tahapan pemberian belis Gading sesuai ukuran. pemberian belis Gading ini dimaknai sebagai penghormatan terhadap nilai-nilai luhur dan juga penghargaan terhadap perempuan. Asumsi yang digunakan adalah pemberian belis Gading sesuai ukuran pada pernikahan adat suku Lamaholot memiliki makna, sehingga hipotesisnya adalah makna belis Gading sesuai ukuran dalam perkawinan adat di suku Lamaholot desa Puor kabupaten Lembata, dipandang sebagai tradisi yang memiliki nilai nilai luhur dan bentuk penghargaan terhadap perempuan. Landasan konseptual yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian terdahului, konsep komunikasi dan budaya, komunkasi simbolik, makna dan teori interaksi simbolik. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang menggunakan metode penelitian studi kasus satuan kajiannya adalah masyarakat suku Lamaholot di desa Puor yang dipilih secara purposive sampling dari berbagai latar belakang yang memiliki informasi tentang makna belis Gading sesuai ukuran. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, pemberian belis Gading pada pernikahan adat di maknai sebagai bentuk penghargaan terhadap permpuan dan juga nilai nilai luhur dan juga terdapat makna tali persaudaraan, persatuan serta kekeluargaan itu dilihat dari kebersamaan masyarakat dalam satu suku di desa Puor yang sama-sama menikmati suguhan makanan serta sama-sama bertukar pikiran untuk menentukan kesepakatan dalam hantaran belis.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Gading, Perkawinan Adat, belis Gading Sesuai Ukuran, Makna
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HE Transportation and Communications
H Social Sciences > HM Sociology
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Komunikasi
Depositing User: S.I.Kom Stanis Deri Lamak
Date Deposited: 07 Mar 2024 14:06
Last Modified: 07 Mar 2024 14:06
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/15556

Actions (login required)

View Item View Item