Nilai Spiritual Ritus Inisiasi Oho Anasuku Lama Hewen Di Kampung Lamatou-Kabupaten Flores Timur

HEWEN, Emanuel R. (2019) Nilai Spiritual Ritus Inisiasi Oho Anasuku Lama Hewen Di Kampung Lamatou-Kabupaten Flores Timur. Diploma thesis, Unika Widya Mandira.

[img] Text
Abstraksi (C, KP, LP2, DI & A).pdf

Download (721kB)
[img] Text
Bab I.pdf

Download (318kB)
[img] Text
Bab II.pdf

Download (338kB)
[img] Text
Bab III.pdf

Download (474kB)
[img] Text
Bab IV.pdf

Download (339kB)
[img] Text
Bab V.pdf

Download (211kB)

Abstract

Manusia menggambarkan kebudayaan sebagai bentuk ekspresi kehidupan atas pencerminan akan identitas dirinya tentang segala hal yang ada disekitarnya.Untuk mengekspresikan tentang kebudayaan itu, hal yang dilakukan oleh manusia adalah komunikasikan dalam memori, buku-buku dan media lainnya, bukan merupakan hasil dari realitas individu atau organisasi tertentu melainkan hubungan relasi antara generasi.Sebuah kebudayaan yang diwariskan oleh para leluhur adalah sebagai tugas dan tanggungjawab besar bagi para generasi untuk menjaga dan melestarikannya sebagai pewaris kebudayaan baru.Setiap individu manusia hanya dapat menuju kepada „kesempurnaan‟ akan jati dirinya melalui kebudayaan, yakni memelihara apa yang baik dan bernilai pada kodratnya. Di sini, manusia membutuhkan sesuatu hal atau sarana pendukung lainnya untuk mendekatkan diri dengan Yang Tertinggi, yakni kebudayaan itu sendiri. Jadi, kebudayaan merupakansarana dan upaya untuk menyempurnakan dan mengembangkan berbagai konsepsi nilai-nilai pembawaan rohani maupun jasmani. Pada saat manusia ada dan berada di tengah dunia ini, secara realita manusia akan dibentuk oleh kebudayaan sejak ia dilahirkan. Pada saat itu juga, manusia itu sendiri sekaligus membentuk kebudayaan baru lainnya. Manusia yang memiliki kebudayaan, manusia yang mampu melaksanakan eksistensinya sebagai makluk kulturaldan salah satunya adalah dalam bentuk ritus Oho Ana.RitusOho Anamerupakan budaya lokal memiliki tiga prinsip, yaitu, (1). kegiatan tertentu, dilakukan oleh manusia, yakni mengatur dan menata; (2). hasil kegiatan tersebut, yaitu tata susunan; dan (3). tata dunia yang betul-betul di pandang sebagai sebuah keteraturan yang berdasarkan tata nilai. RitusOho Ana merupakan sebuah ide warisan leluhur yang memiliki nilai-nilai spirit terpenting dalam bentuk „Api” sebagai simbol „terang‟ bagi manusia, terkhusus si bayi Suku Lama Hewen yang diinisiasi. Tujuan ritual Oho Ana ini, yakni agar si bayiSuku Lama Hewen yang diinisiasikan dapat dibersihkan dari dosa dan kesalahan serta ditanamkan dalam dirisi bayi „api‟ sebagai simbol „terang‟ supaya si bayi suku dapat menerapkandalam kehidupan ke depannya. Nilai-nilai spiritual, seperti bertindak adil, jujur, kebaikan hati, hidup sesuai titah leluhur, menjaga persatuan, pemberani dan pekerja keras. Demikian, peran nilai-nilai spiritual dalam ritusOho Ana tersebut mendidik si bayi (anak) agar menjadi „terang‟ yang dapat menghalau kegelapan Suku Lama Hewen dan suku lainnya, agar dapat menjaga norma yang telah diwariskan sebagai suatu khazanah yang positif dari leluhur.“Terang” yang termanifestasi dalam nilai-nilai spiritual dalam ritus Oho Ana merupakan dasar „terang‟ bagi si bayi, agar menjadikan dirinya lebih sempurna di kemudia hari, di mana ia akan menjadi pedoman dan penunjuk jalan yang baik bagi orang lain, terutama Suku Lama Hewen.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Nilai-Nilai, Spiritual, Ritus dan Oho Ana
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
Divisions: Fakultas Filsafat > Program Studi Ilmu Filsafat
Depositing User: S.Kom Sela Mikado
Date Deposited: 03 Feb 2020 05:21
Last Modified: 03 Feb 2020 05:21
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/1561

Actions (login required)

View Item View Item