Peranan Lembaga Pemangku Adat (LPA) Dalam Penyelesaian Sengketa Warisan Tanah Di Kelurahan Mangulewa Kecamatan Golewa Barat Kabupaten Ngada

LALU, Adrianus (2019) Peranan Lembaga Pemangku Adat (LPA) Dalam Penyelesaian Sengketa Warisan Tanah Di Kelurahan Mangulewa Kecamatan Golewa Barat Kabupaten Ngada. Diploma thesis, Unika Widya Mandira.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (961kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (309kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (222kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (366kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (373kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (751kB)
[img] Text
BAB VI.pdf

Download (379kB)

Abstract

Masalah utama dalam penelitian adalah bagaimana Peran Lembaga Pemangku Adat Dalam Penyelesaian Sengketa Waraisan Tanah Di Kelurahan Mangulewa Kec. Golewa Barat Kab. Ngada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Lembaga Pemangku Adat Dalam Penyelesaian Sengketa Warisan Tanah. Untuk menjelaskan masalah pokok di atas, maka dibangun teori tentang Peran dan Fungsi Lembaga Pemangku Adat (LPA) dengan fokus pada tiga aspek utama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sumber data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari responden. Sedangkan,data sekunder data yang diperoleh dari dokumenn-dokumen seperti profil desa. Teknik penelitian yang digunakan adalah teknik wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis dilakukan melalui metode deskriptif kualitatif yaitu suatu teknik dengan menggambarkan permasalahan dang fenomena yang terjadi mengenai Peranan Lembaga Pemangku Adat (LPA) Dalam Penyelesaian Sengketa Warisan Tanah. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1)Aspek hakim perdamaian antara masyarakat melalui tiga indicator yaitu Mediator perdamaian bersikap objektif, Mediator perdamaian bersikap arif dan bijaksana, Mediator perdamaian bersikap netral, sudah menjalankan peranannya cukup baik dalam proses penyelesaian sengketa warisan tanah. Ada tiga indicator yang mempenyaruhi proses penyelesaian sengketa hal ini disebabkan oleh beberapa factor yaitu: Terjadi mis komunikasi antara pihak yang bersengketa sehingga hasil kesepaktan berdamai secara adat tidak direalisasikan secara baik, Kekurang pahaman masyrakat terhadap adat istiadat setempat, Mudah terprofokasi oleh pengaruh budaya luar, Aspek Memperbaiki hukum adat yang telah dilanggar oleh masyrakat melalui dua indicator yakni Sosialisasi mengenai penanaman nilai-nilai adat dan Rekonsiliasi konflik warisan tanah. Dalam aspek ini satu indicator yang tidak memenuhi yakni indicator Kekurang pahaman masyrakat terhadap adat istiadat setempat yang mengakibatakan sengketa yang terjadi harus berlarut larut dan sampai pada jenjang yang lebih tinggi, Sedangkan Aspek memutuskan dan menetapkan peraturan hokum adat sebagai landasan bagi kehidupsn masyrakat dengan satu indicator yaitu Musyawarah mufakat dengan asas kekeluargaan juga terdapat indicator yang tidak memenuhi yakni masih ada ego yang kuat dan sulit menerima saran dan masukan dari orang lain dalam hal ini dilihat dari tidak menindaklanjuti kesepakatan yang dibuat bersama oleh Lembaga Pemangku Adat (LPA) Kelurahan. Dengan demikian kesimpulannya Peranan Lembaga Pemangku Adat di Kelurahan Mangulewa dalam penyelesaian sengketa warisan tanah belum dilaksananakan dengan optimal hal ini disebabkan Kurangnya sosialisasi mengenai aturan adat istiadat. Adapun saran yang ingin penulis sampaikan yaitu sebaiknya harus dilakukan sosialisasi secara terus menerus kepada masyrakat.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GT Manners and customs
H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Pemerintahan
Depositing User: S.Kom Sela Mikado
Date Deposited: 04 Feb 2020 02:26
Last Modified: 04 Feb 2020 02:26
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/1594

Actions (login required)

View Item View Item