Relasi Kuasa Pemerintah Desa Dengan Mosalaki Dalam Pelaksanaan Pembangunan Desa (Studi Di Desa Lajawajo Kecamatan Mauponggo Kabupaten Nagekeo)

ASO, Ermelinda (2019) Relasi Kuasa Pemerintah Desa Dengan Mosalaki Dalam Pelaksanaan Pembangunan Desa (Studi Di Desa Lajawajo Kecamatan Mauponggo Kabupaten Nagekeo). Diploma thesis, Unika Widya Mandira.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (310kB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (98kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (217kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (111kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (605kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (939kB)
[img] Text
BAB VI.pdf

Download (158kB)

Abstract

Skripsi ini berjudul RelasiKuasa Pemerintah Desa Dengan Mosalaki Dalam Pelaksanaan Pembangunan Desa Di Desa Lajawajo Kecamatan Mauponggo Kabupaten Nagekeo. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah apakah Relasi Kuasa PemerintahDesadenganMosalakiDi Desa Lajawajo Kecamatan Mauponggo Kabupaten Nagekeo Dalam Pelaksanaan Pembangunan Desa. Teori yang digunakan dalam memecahkan masalah ini adalah teori kekuasaan, di antaranya pola hubungan otoritarian, pola hubungan transisional, pola hubungan demokratis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sumber data primer adalah para informan sedangkan data sekunder adalah dokumen-dokumen yang berkaitan dengan variabel penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tahap analisa data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, tahap penarikan kesimpulan lalu dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa: 1). Pola Hubungan Otoritarian. Kepala Desa sangat dominasi berkuasa dalam menentukan kebijakan desa dan tidak melibatkan para Mosalaki, implementasi yang dibuat oleh pemerintah belum membawa apa yang diharapkan oleh masyarakat. 2). Pola Hubungan Transisional. Kepala Desa dengan Mosalaki yang terlihat harmonis sehingga dengan cepat mendekati masyarakat dalam kegiatan pembangunan apa saja, Kepala Desa dengan Mosalaki bersama-sama mengajak dan mengerakkan masyarakat sehingga adanya partisipasi dari masyarakat. 3). Pola Hubungan Demokratis. Kepala Desa dengan Mosalaki berhasil menyatukan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan desa, sehingga memiliki posisi yang setara dan pemerintah tidak bisa melakukan dominasi atas peran dan fungsinya di hadapan masyarakat. Selalu membangun hubungan kerja sama antara Pemerintah dan Mosalaki. Berdasarkan kesimpulan diatas maka disarankan agar 1). Pemerintah Desa Lajawajo dalam pelaksanaan pembangunan desa harus selalu melibatkan para Elit Tradisional/Mosalaki Ola yang ada demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. 1). Pemerintah Desa Lajawajo harus selalu melibatkan para Mosalaki dan masyarakat dalam menetukan kebijakan. 3). Harus selalu adanya membangun hubungan antara Pemerintah, Elit Tradisional dan masyarakat. 4). Agar partisipasi masyarakat Desa Lajawajo tidak harus selalu tergantung pada mobilisasi yang datang dari para Elit Tradisional/Mosalaki yang ada maupun dari pemerintah desa, maka perlu adanya upaya untuk menumbuhkan kesadaran partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan desa. 5). Diharapkan perhatian dari pemerintah Desa Lajawajo untuk tetap menumbuhkan dan melestarikan nilai-nilai sosial budaya tradisional, khususnya di Desa Lajawajo agar tidak hilang atau punah akibat perkembangan jaman.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Relasi Kuasa, Pemerintah Desa, Mosalaki, Dan Pelaksanaan Pembangunan Desa
Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Pemerintahan
Depositing User: S.Kom Sela Mikado
Date Deposited: 06 Feb 2020 04:29
Last Modified: 06 Feb 2020 04:29
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/1746

Actions (login required)

View Item View Item