RITUAL MAKAN ADAT “TEKES” (Studi Kasus Pada Masyarakat Suku Lamasi Dessa Maubesi Kecamatan Insana Tengah Kabupaten TTU)

NAY, Khatarina (2018) RITUAL MAKAN ADAT “TEKES” (Studi Kasus Pada Masyarakat Suku Lamasi Dessa Maubesi Kecamatan Insana Tengah Kabupaten TTU). Diploma thesis, Unika Widya Mandira.

[img] Text
abstrak baru.pdf

Download (543kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (318kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (250kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (241kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (480kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (429kB)
[img] Text
BAB VI.pdf

Download (1MB)

Abstract

Skripsi ini berjudul : Ritual Makan Adat “Tekes” (Studi Kasus Pada Masyarakat Suku Lamasi Desa Maubesi kecamatan Insana Tengah Kabupaten Timor Tengah Utara). Ritual makan adat “tekes” merupakan salah satu tradisi makan bersama dengan leluhur, untuk meminta kekuatan seperti pada saat acara syukuran, untuk mengetahui ritual makan adat tekes maka dibuat rumusan masalah sebagai berikut; Bagaimana ritual makan adat tekes masyarakat suku Lamasi Desa Maubesi Kecamatan Insana Tengah Kabupaten Timor Tengah Utara? Selanjutnya kerangka pemikiran yang dibuat yakni komunikasi budaya yang ada di masyarakat suku Lamasi adalah ritual makan adat tekes. Tekes memiliki nilai sejarah, proses, simbol-simbol. Landasan konseptual yang digunakan dalam penelitian ini adalah komunikasi, kebudayaan, komunikasi dan kebudayaan, ritual adat, ritual tekes. Dalam penelitian ini juga, penulis menggunakan teori interaksionisme simbolik yang dikemukakan oleh Helbert Blumer. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus, wawancara dan observasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa ritual makan adat tekes merupakan salah satu ritual makan adat bersama para arwah leluhur. Berdasarkan sejarah, ritual makan adat tekes ada sebelum masuknya agama kristiani di masyarakat desa Maubesi, makan adat tekes ini dilaksanakan oleh masyarakat suku Lamasi untuk meminta kekuatan dari leluhur. Dalam proses pelaksanaan ritual makan adat tekes terdapat beberapa tahap yakni 1) tahap persiapan, pada tahap persiapan ini tua adat akan menyiapkan bahan-bahan dan merencanakan waktu untuk diadakan ritual, 2) tahap pelaksanaan, pada tahap pelaksanaan ini akan diadakan proses tutur adat oleh tua adat serta memberikan persembahan berupa hewan kurban dan kain adat, dan pada tahap terakhir yakni makan bersama, pada tahap ini semua anggota keluarga yang hadir dalam acara ritual tekes akan mengambil bagian untuk makan bersama. Adapun simbol-simbol yang digunakan dalam ritual makan adat tekes seperti; lilin, hewan kurban (babi) sirih pinang, uang perak, dan kain adat beti dan tais. Simbol-simbol tersebut memiliki makna masing-masing. Namun, setelah masuknya agama kristiani di suku Lamasi maka saat ini ada perubahan simbol yang digunakan dalam ritual makan adat tekes yakni seperti beras telah diganti dengan lilin yang melambangkan cahaya Kristus. Demikian, dapat disimpulkan bahwa ritual makan adat tekes memiliki nilai magic, sosial dan religi. Ada pun beberapa perubahan ketika masuknya agama kristiani di wilayah suku Lamasi misalnya simbol-simbol yang digunakan dalam ritual makan adat tekes seperti beras digantikan dengan lilin, uang ringgit digantikan dengan uang Rupiah. Ritual makan adat tekes diyakini sebagai upacara syukuran yang dibuat oleh anak cucu yang masih hidup dengan leluhur untuk memperoleh kekuatan dan berkat. Oleh karena itu, penulis menyarankan agar masyarakat suku Lamasi tetap mempertahankan tata cara pelaksanaan ritual makan adat tekes, karena memiliki nilai magic, religi dan sosial.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
J Political Science > JF Political institutions (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Komunikasi
Depositing User: Andreas M. Pati
Date Deposited: 08 Oct 2019 04:24
Last Modified: 08 Oct 2019 04:24
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/175

Actions (login required)

View Item View Item