Pelaksanaan Pasal 4 Angka 16 Kode Etik Notaris Tahun 2015 Oleh Notaris Di Kota Kupang

MANDARU, Yohanes Gualbertus (2019) Pelaksanaan Pasal 4 Angka 16 Kode Etik Notaris Tahun 2015 Oleh Notaris Di Kota Kupang. Diploma thesis, Universitas Katolik Widya Mandira.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (397kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (387kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (517kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (309kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (305kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (191kB)

Abstract

Profesi Notaris adalah sebuah profesi luhur karena berurusan dengan kebutuhan manusia akan tersedianya alat bukti autentik dalam kehidupan bersama. Tuntutan alat bukti yang autentik ini menyebabkan Notaris dalam pelaksanaan tugasnya wajib bertindak amanah, jujur, saksama, mandiri, tidak berpihak, dan senantiasa menjaga kepentingan pihak yang terkait dalam perbuatan hukum. Keluhuran profesi Notaris ini menyebabkan lahirnya sejumlah regulasi hukum bagi Notaris, yang memberikan kepastian dan perlindungan hukum, mulai dari tingkat undang-undang sampai kepada regulasi internal yakni Kode Etik Ikatan Notaris Indonesia. Keseluruhan aturan ini menghendaki juga lahirnya Akta Notaris sebagai hasil karya yang benar, obyektip, dan penuh dengan kecermatan serta kehati-hatian. Demi pencapaian keinginan ini, Kode Etik Notaris Tahun 2015, dalam Pasal 4 angka 16 menegaskan bahwa seorang Notaris dilarang membuat Akta melebihi batas kewajaran. Dan batas kewajaran itu telah ditetapkan oleh Dewan Kehormatan Notaris Pusat yakni 20 akta perhari. Ketentuan Kode Etik tersebut menjadi hal menarik untuk diteliti, dengan rumusan masalahnya adalah : bagaimanakah pelaksanaan Pasal 4 Angka 16 Kode Etik Notaris Tahun 2015 oleh Notaris di Kota Kupang? Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pelaksanaan Pasal 4 Angka 16 Kode Etik Notaris Tahun 2015 oleh Notaris di Kota Kupang. Penelitian ini termasuk jenis penelitian empiris, dan menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis. Aspek yang diteliti adalah pelaksanaan Pasal 4 angka 16 Kode Etik Notaris Tahun 2015 oleh Notaris di kota Kupang. Populasi penelitian ini adalah Notaris yang berkantor di kota Kupang, dengan sampel sebesar 5% yakni 10 orang Notaris. Hasil penelitian menunjukan kalau Pasal 4 Angka 16 Kode Etik Notaris Tahun 2015 yang hanya membolehkan pembuatan maksimal akta sebanyak 20 akta ternyata belum dapat diterapkan di kota Kupang, atau dengan kata lain : belum mengalami kendala, bukan karena para Notaris melakukan pelanggaran terhadap jumlah batas kewajaran itu, namun karena permohonan dan pembuatan akta hanya berkisar pada jumlah angka 2 akta, sehingga masih jauh dari angka 20 yang diharuskan. Penelitian ini pada akhirnya berkesimpulan bahwa Pasal 4 Angka 16 Kode Etik Notaris Tahun 2015 pada kenyataannya belum dilaksanakan oleh Notaris di Kota Kupang. Saran yang dapat disampaikan adalah agar ketentuan tentang batas kewajaran perlu senantiasa diperhatikan walaupun jumlah itu belum terjadi untuk kota Kupang, dan juga agar ketentuan tersebut di atas disempurnakan demi kepastian hukum.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BJ Ethics
J Political Science > JC Political theory
K Law > KZ Law of Nations
Divisions: Fakultas Hukum > Program Studi Hukum
Depositing User: S.Ptk Dami Damianus
Date Deposited: 10 Feb 2020 05:12
Last Modified: 10 Feb 2020 05:12
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/1789

Actions (login required)

View Item View Item