STUDI ORGANOLOGI CAKATINDING DI SANGGAR WELA RANA SEBAGAI ALAT MUSIK TRADISIONAL MASYARAKAT MANGGARAI

Edon, Adelina Margartha (2014) STUDI ORGANOLOGI CAKATINDING DI SANGGAR WELA RANA SEBAGAI ALAT MUSIK TRADISIONAL MASYARAKAT MANGGARAI. Diploma thesis, Widya Mandira Catholic Univercity.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (716kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (255kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (556kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (229kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (2MB)

Abstract

Musik ada dalam segala jaman peradaban manusia. Pada dasarnya musik lahir sebagai produk masyarakat dari suatu kebudayaan. Sebagai produk budaya maka setiap masyarakat memiliki musik yang khas. Dalam hal ini memiliki kegunaan dan fungsi tertentu bagi masyarakat pemiliknya. Sebagai khasanah kebudayaan daerah dan nasional, produk-produk kebudayaan seyogyanya harus terus dilestarikan. Di Manggarai, pelestarian pewarisan budaya Manggarai dilakukan melalui upacara-upacara adat dari tahun ke tahun, dan terus berlangsung turun-temurun, dalam menanamkan nilai dari generasi ke generasi melalui pembelajaran muatan lokal di sekolah. Namun upaya-upaya di atas tidak sepenuhnya menjamin kelestarian budaya khususnya musik tradisional. Salah satunya adalah Cakatinding. Cakatinding sebagai alat musik tradisional seharusnya dilestarikan, namun kenyataannya justru tidak tersentuh bahkan diabaikan. Masalah pokok dalam penelitian ini adalah “Bagaimana latar belakang dari alat musik Cakatinding, Bagaimana proses pembuatan Cakatinding, Bagaimana musik Cakatinding digunakan sebagai media berekspresi bagi masyarakat Manggarai? Penelitian ini bertujuan menjelaskan latar belakang Cakatinding, proses pembuatan Cakatinding dan juga Cakatinding yang diubah fungsi penyajian dari alat musik ritmik dikembangkan menjadi alat musik melodis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dihubungkan dengan permasalahan suatu masalah baik dari sudut pandang teoritis maupun praktis. Pengambilan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi partisipan, studi pustaka, dan dokumentasi. Untuk menganalisis data, data tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cakatinding dapat dikembangkan baik dalam segi instrument maupun segi musikalnya. Bahannya terbuat dari seruas bambu pering untuk menjadi alat musik. Pengembangan yang dilakukan oleh Felix Edon, dimulai dari proses pemotongan bambu, pembuatan dawai dari serat bambu dan penyeteman nada dengan cara mengganjal serat bambu sebagai senarnya. Dengan demikian menghasilkan Cakatinding yang bersifat melodis. Cakatinding karya Felix Edon kini dapat disajikan secara ansambel dengan peran musikal yang menghadirkan Cakatinding Melodis dan Cakatinding yang berperan sebagai pengiring.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Cakatinding, Alat Musik Masyarakat Manggarai
Subjects: L Education > L Education (General)
L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
M Music and Books on Music > M Music
Divisions: ?? sendratasik ??
Depositing User: S.Ptk Damianus Dami
Date Deposited: 06 Sep 2017 01:43
Last Modified: 06 Sep 2017 01:43
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/1842

Actions (login required)

View Item View Item