SEDA, Adriana Ririn (2024) Analisis Bentuk Penyajian Dan Makna Nyanyian Ho Hei Dalam Upacara Dai Pada Masyarakat Kampung Kawa Desa Labolewa Kabupaten Nagekeo. Undergraduate thesis, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.
Text
ABSTRAK.pdf Download (670kB) |
|
Text
BAB I.pdf Download (366kB) |
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (340kB) |
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (220kB) |
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (957kB) |
|
Text
BAB V.pdf Download (197kB) |
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (373kB) |
Abstract
Persoalan yang hingga saat ini masih terus terbelenggu dikalangan masyarakat yaitu terbatasnya rasa ingin tahu masyarakat terebih khusus anak muda yang jarang terlibat dalam segala proses upacara adat yang ada di lingkungan masyrakat. Pada akhirnya budaya yang diyakini sebagai pola hidup yang diwariskan dari generasi ke generasi pun menjadi sebuah makna yang hanya sebagai simbol semata. Hal demikian dialami oleh masyrakat di Kampung Kawa Desa Labolewa Kabupaten Nagekeo, yang mempunyai berbagai bentuk kebudayaan salah satunya nyanyian adat Ho hei dalam upacara dai/berburu. Keterlibatan anak muda sangat minim menyebabkan mereka tidak mengetahui bentuk penyajian dan makna dalam nyanyian tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup tentang bagaimana bentuk penyajian nyanyian Ho Hei dan apa makna nyanyian Ho Hei dalam upacara dai/berburu pada masyarakat Kampung Kawa Desa Labolewa kabupaten Nagekeo. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk penyajian dan makna nyanyian Ho Hei dalam upacara berburu pada masyarakat Kampung Kawa. Penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penyajian nyanyian Ho Hei dalam upacara berburu dijabarkan dalam beberapa tahap yaitu tahap persiapan, tahap penyajian, dan tahap akhir. Pada tahap persiapan terdapat satu hal yang perlu dipersiapkan yaitu tempat penyajian nyanyian. Tahap penyajian melibatkan beberapa elemen seperti formasi, jumlah penyanyi, busana dan properti, penyajian musik vokal dan waktu penyajian. Pada tahap akhir penyajian, masyrakat menyanyikan bagian akhir lagu yang sekaligus menutupi nyanyian Ho Hei. Selain bentuk penyajian, nyanyian Ho Hei juga memiliki makna sosial yang menggambarkan proses upacara berburu dan kehidupan sosial masyrakat yang saling berbagi, bekerja sama, dan saling peduli. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa hingga saat ini upacara berburu masih terus dipertahankan, karena didalamnya terdapat nyanyian Ho Hei yang mempunyai makna sosial yang sangat signifikan dalam kaitannya dengan kehidupan sosial masyrakat.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Berburu, nyanyian Ho Hei, bentuk penyajian, makna |
Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology M Music and Books on Music > M Music |
Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Program Studi Pendidikan Musik |
Depositing User: | Perpustakaan UNWIRA |
Date Deposited: | 05 Jan 2025 23:21 |
Last Modified: | 05 Jan 2025 23:21 |
URI: | http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/18571 |
Actions (login required)
View Item |