Makna Simbolik Tato Tradisional Dalam Kebudayaan Orang Haulasi (Studi Interpretasi pada Masyarakat Desa Haulasi Kecamatan Miomaffo Barat Kabupaten Timor Tengah Utara)

BOLAER, Primus Paskalis (2018) Makna Simbolik Tato Tradisional Dalam Kebudayaan Orang Haulasi (Studi Interpretasi pada Masyarakat Desa Haulasi Kecamatan Miomaffo Barat Kabupaten Timor Tengah Utara). Diploma thesis, Universitas Katolik Widya Mandira.

[img] Text
Abstrak.pdf

Download (860kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (335kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (297kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (152kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (716kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (485kB)
[img] Text
BAB VI.pdf

Download (4MB)

Abstract

Orang Haulasi memiliki tradisi mentato kulit tubuhnya secara tradisional dengan menggunakan alat yang sederhana dan sumber bahan alami yang ada di sekitar masyarakat. Tato tradisional ini sudah berlangsung lama dan diwariskan dari generasi ke genarasi yang termasuk dalam suatu kebudayaan masyarakat Desa Haulasi tersebut. Sama seperti tenun ikat, tato tradisional juga beragam model dan bentuknya. Umumnya, tato tradisional yang dibuat menggunakan model desain tato buaya, bunga, burung dan nama atau inisial pada tubuhnya. Orang Haulasi menghayati Tato tradisional ini memiliki makna dan nilai yang menjadi keyakinan leluhurnya termasuk model-model tato itu sendiri memiliki arti bagi kehidupan mereka. Oleh karena itu, Penulis ingin mengetahui makna tato tradisional tersebut dengan rumusan masalah apa makna simbolik tato tradisional pada masyarakat Desa Haulasi Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara. Landasan Konseptual yang digunakan dalam penelitian ini adalah Komunikasi, Kebudayaan, model-model tato dan teori interaksi simbolik. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode interpretasi dan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Satuan kajiannya adalah seluruh masyarakat Desa Haulasi yang dipilih secara purposive sampling dari berbagai latar belakang yang memiliki informasi tentang makna tato tradisional. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, masyarakat Desa Haulasi, meyakini makna tato buaya sebagai simbol permohonan kekuatan dan kemakmuran serta identitas, Tato bunga sebagai simbol kecantikan dan identitas, tato burung sebagai simbol masyarakat biasa, serta tato nama atau inisial sebagai identitas diri, suku dan nama serani sebelum mengenal agama. Secara umum makna tato tradisional bagi orang Haulasi, memiliki nilai magis-mitis yang berguna menangkal penyakit, memberikan perlindungan dan kekuatan pada saat berperang serta kemakmuran saat hasil panen. Nilai religious sebagai sarana untuk menghantar seseorang berkumpul dengan leluhurnya dan mendapatkan terang dari Tuhan pada saat kematian. Nilai sosial yang dipahami sebagai sarana merias tubuh kaum wanita semasa muda agar menjadi daya tarik terhadap lawan jenis serta identitas nama dan status sosial seseorang ketika berinteraksi dengan orang lain semasa hidup ataupun setelah meninggal dunia. Penulis menyimpulkan bahwa Tato bagi Masyarakat Desa Haulasi bukan hanya sebagai ornamen tubuh atau old fashion tetapi memiliki makna magis dan mitis, religius serta makna sosial. Penulis juga memiliki keterbatasan penelitian karena tato tradisional yang hampir punah dan semua informan yang sudah berusia lanjut, oleh karena itu penulis menyarankan kepada masyarakat desa haulasi harus lebih banyak mendokumentasikan model-model tato dan memahami makna tato untuk mempertahankan transisi tato tradisional sebagai warisan kebudayaan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Komunikasi
Depositing User: perpustakaan unwira
Date Deposited: 09 Oct 2019 05:40
Last Modified: 09 Oct 2019 05:40
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/189

Actions (login required)

View Item View Item