Resistensi Masyarakat Adat (Suku Dhawe) Terhadap Keputusan Alih Fungsi Lahan Mbay Kiri Oleh Pemerintah Kabupaten Nagekeo

LY NO, Fransiskus X. Fajar (2018) Resistensi Masyarakat Adat (Suku Dhawe) Terhadap Keputusan Alih Fungsi Lahan Mbay Kiri Oleh Pemerintah Kabupaten Nagekeo. Diploma thesis, Unika Widya Mandira.

[img] Text
FILE ABSTRAK.pdf

Download (374kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (53kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (248kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (114kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (402kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (348kB)
[img] Text
BAB VI.pdf

Download (107kB)

Abstract

Masalah Pokok Dalam Penelitian ini adalah Apakah keputusan alih fungsi lahan oleh Bupati sudah sesuai dengan kepentingan masyarakat? dan Apa alasan pemerintah sehingga membuat keputusan lain terhadap pemfungsian lahan Mbay Kiri? Adapun tujuan kegunaan dari pelitian ini yaitu Untuk menggambarkan dan menjelaskan keputusan alih fungsi lahan oleh Bupati yang belum sesuai dengan kepentingan masyarakat. Agar dapat menentukan solusi dari masalah pokok dari penelitian ini digunakan Teori Pengambilan Keputusan melalui pendapat dari Suhartna,Kotler dan juga Dermawan. Teori Pengambilan Keputusan yang menjadi acuan adalah Proses pengambilan Keputusan, Fungsi Pengambilan Keputusan, dan juga Tujuan Pengambilan Keputusan. Metode penelitian yang dipakai dalam meneliti masalah ini adalah metode deskriptif dalam Dalam metode deskriptif kualitatif, data yang di kumpulkan Data yang dikumpulkan melalui wawancara, catatan lapangan, foto, dan dokumen resmi lainnya. Hasil penelitian di lapangan adalah Masih belum secara optimal terealisasinya hasil kesepakatan dalam mewujudkan keinginan masyarakat untuk menjadikan lahan Mbay Kiri sebagai lahan irigasi sawah, ditambah lagi dengan hasil keputusan lain oleh pemerintah dalam memfungsikan lahan Mbay Kiri ini. Pengoptimalan lahan yang dilakukan oleh pihak pemerintah sampai saat ini belum memperoleh kata sepakat oleh pihak Masyarkat Suku, dikarenakan Hasil keputusan yang menjadikan lahan Mbay Kiri ini sebagai lahan Pemukiman Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Keputusan Alih Fungsi Lahan Mbay kiri ini belum menjadi solusi unuk memecahkan persoalan kesejahteraan sosisal bagi seluruh masyarakat yang menginginkan pemerintah untuk menjadikan lahan Mbay Kiri ini sebagai lahan irigasi sawah. Diharapkan kepada pihak Pemda Nagekeo untuk melakukan peninjauan kembali atas Keputusan yang telah dikeluarkan melihat dari hasil implementasi yang sebenarnya belum menunjukan perubahan positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Keputusan Alih Fungi Lahan Di Luar Hasil Kesepakatan
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
G Geography. Anthropology. Recreation > GT Manners and customs
J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Pemerintahan
Depositing User: Tefa Frisca Yolanda
Date Deposited: 20 Mar 2020 03:48
Last Modified: 20 Mar 2020 03:48
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/2347

Actions (login required)

View Item View Item