Badu Dan Sau Sebagai Modal Sosial Dalam Melestarikan Lingkungan Di Desa Dualasi Kecamatan Lasiolat Kabupaten Belu

HALE, Delfiana (2018) Badu Dan Sau Sebagai Modal Sosial Dalam Melestarikan Lingkungan Di Desa Dualasi Kecamatan Lasiolat Kabupaten Belu. Diploma thesis, Unika Widya Mandira.

[img] Text
FILE ABSTRAK.pdf

Download (315kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (151kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (181kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (108kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (441kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (755kB)
[img] Text
BAB VI.pdf

Download (66kB)

Abstract

Pokok permasalahannya adalah bagaimanakah implementasi Badu dan Sau sebagai modal sosial dalam melestarikan lingkungan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Badu dan Sau sebagai modal sosial dalam melestarikan lingkungan. Kegunaan dari penelitian ini yakni (1) Untuk menjadi bahan masukan terhadap para penyelenggara Pemerintah Daerah di Kabupaten Belu agar dapat melestarikan tradisi Badu dan Sau; serta (2) Sebagai bahan kajian, masukan, sumbangan pemikiran dan bahan studi perbandingan bagi calon peneliti yang hendak melakukan penelitian lebih lanjut tentang tradisi Badu dan Sau. Teori yang dipakai dalam menjawabi masalah pokok di atas, yakni teori modal sosial, yang dicetuskan oleh Robert Putnam, Lyda Judson Hanifan, James Coleman dan Francis Fukuyama, berkaitan dengan partisipasi, timbal balik, norma sosial serta nilai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yakni berdasarkan pada kenyataan-kenyataan yang ada di lapangan. Sumber data primer adalah para informan, sedangkan data sekunder adalah datadata yang berkaitan dengan variabel penelitian. Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, tradisi Badu dan Sau merupakan tradisi yang mengatur hubungan antara manusia dengan alam, kedua, partisipasi masyarakat dalam mengikuti tradisi Badu dan Sau cukup tinggi, ketiga, Tradisi ini melindungi masyarakat dari kekurangan bahan pangan, keempat, aturan dan sanksi dalam tradisi ini berfungsi sebagai cara masyarakat dalam menjaga serta melestarikan lingkungannya, dan, kelima, nilai-nilai yang ada dan terus berkembang dalam tradisi ini, yakni keadilan, kepercayaan dan kebersamaan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tradisi ini membantu masyarakat dalam menjaga keberlangsungan lingkungannya lewat hubungan keterikatan bersama. Tradisi Badu dan Sau menjadi modal sosial yang berfungsi untuk menciptakan keseimbangan antara manusia dengan alam.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Badu dan Sau, Modal Sosial, Melestarikan Lingkungan
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GT Manners and customs
J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Pemerintahan
Depositing User: Tefa Frisca Yolanda
Date Deposited: 20 Mar 2020 04:20
Last Modified: 20 Mar 2020 04:20
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/2359

Actions (login required)

View Item View Item