Proses Negosiasi Belis Dalam Adat Tongbang Di Kelurahan Kalabahi Tengah Kecamatan Teluk Mutiara Kabupaten Alor

KARWAYU, Kristy Sri Yanty (2018) Proses Negosiasi Belis Dalam Adat Tongbang Di Kelurahan Kalabahi Tengah Kecamatan Teluk Mutiara Kabupaten Alor. Diploma thesis, Unika Widya Mandira.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (970kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (306kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (326kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (109kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (450kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (392kB)
[img] Text
BAB VI.pdf

Download (95kB)

Abstract

Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan Proses Negosiasi Belis Dalam Adat Tongbang di Kelurahan Kalabahi Tengah Kecamatan Teluk Mutiara Kabupaten Alor. Untuk memecahkan masalah pokok di atas digunakan teori Negosiasi. Teori Negosiasi yang ditawarkan adalah berupa persiapan, pembinaan hubungan, pengumpulan dan penggunaan informasi, penawawaran dan menerapkan kesepakatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Sumber data yang dikumpulkan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer yaitu data yang dikumpulkan secara langsung dari informan dan data sekunder yaitu data-data yang berkaitan dengan variabel penelitian. Variabel utama dalam penelitian ini adalah Proses Negosiasi Belis Dalam Adat Masyarakat Tongbang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dilapangan menunjukan bahwa: 1) Belis bagi masyarakat Tongbang merupakan warisan leluhur yang masih dilaksanakan dan dipertahankan sampai sekarang ini namun dalam pelaksanaannya belis sudah tidak dapat di laksanakan secara bertahap dan tuntas dikarenakan perkembangan zaman semakin modern. 2) Dengan adanya proses negosiasi dalam belis keluarga laki-laki masih dapat diberikan waktu atau kesempatan oleh keluarga perempuan untuk menyediakan pokok belis yang masih tertunda atau pokok belis tersebut dapat diganti dengan uang dikarenakan benda-benda adat yang mulai mengalami kelangkaan atau hilang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa : Belis merupakan tujuan mulia untuk mengangkat harkat dan martabat dari keluarga perempuan dan keluarga laki-laki. Oleh karena itu rekomendasi yang diajukan berkaitan dengan penelitian ini adalah 1) Guna menjaga keberadaan budaya belis sebagai kearifan lokal maka diharapkan agar pemerintah maupun masyarakat terus mempertahankan dan mengembangkan budaya belis tersebut agar tidak pudar dan hilang oleh perkembangan zaman yang semakin modern.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Proses Negosiasi, Belis Dalam Adat Masyarakat Tongbang
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
G Geography. Anthropology. Recreation > GT Manners and customs
J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Pemerintahan
Depositing User: Osa Yumida
Date Deposited: 03 Jun 2020 05:09
Last Modified: 03 Jun 2020 05:09
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/2405

Actions (login required)

View Item View Item