Gerakan Sosial Aliansi Masyarakat Adat Lambo (Amal) Dalam Menolak Pembangunan Waduk Lambo Di Desa Rendubutowe Kec. Aesesa Selatan Kab. Nagekeo

SAPA, Erwintus (2018) Gerakan Sosial Aliansi Masyarakat Adat Lambo (Amal) Dalam Menolak Pembangunan Waduk Lambo Di Desa Rendubutowe Kec. Aesesa Selatan Kab. Nagekeo. Diploma thesis, Unika Widya Mandira.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (872kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (186kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (321kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (145kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (524kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (191kB)
[img] Text
BAB VI.pdf

Download (209kB)

Abstract

Skripsi ini berjudul “GERAKAN SOSIAL ALIANSI MASYARAKAT ADAT LAMBO (AMAL) DALAM MENOLAK PEMBANGUNAN WADUK LAMBO DI DESA RENDUBUTOWE KEC. AESESA SELATAN KAB. NAGEKEO” masalah pokok dalam penelitian ini adalah mengapa AMAL melakukan gerakan sosial untuk menolak pembangunan waduk Lambo di Desa Rendubutowe Kec. Aesesa Selatan Kab. Nagekeo. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui motif gerakan sosial AMAL melakukan penolakan terhadap pembangunan waduk Lambo di Desa Rendubutowe Kec. Aesesa Selatan Kab. Nagekeo. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif, sumber data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari subyek peneliti atau responden, sedangkan data sekunder adalah data atau informasi yang diperoleh guna menunjang data primer yang diperoleh melalui teknik dokumentasi dengan mempelajari kebutuhan dari peneliti berkaitan dengan gerakan sosial AMAL. Teknik penelitian yang digunakan adalah teknik wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data dilakukan melalui metode deskripsi kualitatif yaitu untuk mengetahui motif gerakan sosial AMAL melakukan penolakan terhadap pembangunan waduk Lambo. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Dalam proses pembangunan waduk Lambo pemerintah daerah tidak melibatkan masyarakat adat Desa Rendubutowe, hal ini dilihat dari tidak adanya sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat tentang program pembangunan waduk Lambo. 2) Pembangunan waduk Lambo yang dampak negatifnya lebih besar dari pada dampak positif bagi masayarakat yang terkena dampak langsung, karena pembangunan tersebut akan menghilangkan pemukiman masyarakat, kampung adat, sarana prasarana umum seperti sekolah dan tempat ibadat, lahan produktif (sawah perkebunan) dan perkuburan nenek moyang. 3) Ketidakpuasan terhadap Pendekatan pemerintah yang membuat tekanan kepada masyarakat, karena dengan isu-isu yang membuat tekanan mental kepada masyarakat sehingga masyarakat takut. 4) Akan adanya penggusuran pemukiman di Desa Rendubutowe yang mencakup 30 kepala keluarga, dengan dilakukan penggusuran tentunya membuat warga trauma dan bingung mau dipindahkan kemana, karena lingkungan yang baru juga belum ada kepastian dari pemerintah daerah. 5) Proses pembangunan waduk Lambo yang akan menghilangkan tempat tinggal sebagai basis kultural dari warisan leluhur masyarakat adat Desa Rendubutowe. 6) Nama waduk memicu konflik karena nama tersebut di ambil dari salah satu Desa dari ketiga Desa yang terkena Dampak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penolakan pembangunan waduk Lambo di Desa Rendubutowe Kec. Aesesa Selatan Kab. Nagekeo disebabkan oleh pendekatan dan sosialisasi yang dilakukan pemerintah daerah kurang memadai sehingga menimbulkan berbagai tafsiran yang diikuti dengan kekuatiran masyarakat seperti proses pembangunan Waduk Lambo yang akan membuat masyarakat menderita.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Gerakan Sosial AMAL Dalam Penolakan Pembangunan Waduk Lambo.
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Pemerintahan
Depositing User: Osa Yumida
Date Deposited: 10 Jun 2020 00:51
Last Modified: 10 Jun 2020 00:51
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/2407

Actions (login required)

View Item View Item