Representasi Identitas Perempuan Dalam Tarian Adat Pangkalale (Studi Kasus Komunikasi Budaya Pada Masyarakat Desa Fafinesu A Kecamatan Insana Fafinesu Kabupaten TTU)

TIMO, Maria Matilda (2018) Representasi Identitas Perempuan Dalam Tarian Adat Pangkalale (Studi Kasus Komunikasi Budaya Pada Masyarakat Desa Fafinesu A Kecamatan Insana Fafinesu Kabupaten TTU). Diploma thesis, Unika Widya Mandira.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (977kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (552kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (490kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (546kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (681kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (393kB)
[img] Text
BAB VI.pdf

Download (508kB)

Abstract

Pangkalale merupakan salah satu warisan kebudayaan yang masih dipertahankan hingga saat ini. Pangkalale dilakukan oleh kaum perempuan pada saat masyarakat berkabung. Keterlibatan perempuan dalam melakonkan Pangkalale yakni kegiatan tumbuk padi sebagai suatu identitas diri untuk menunjukan ciri khas dan keberadaan mereka sebagai perempuan. Namun hingga saat ini, posisi tugas atau pekerjaan dalam tarian adat Pangkalale diambil alih pula oleh laki-laki sebagai posisinya. Pengalihan posisi dalam Pangkalale ini membuat kaum perempuan kehilangan posisi pekerjaan sehingga identitas kaum perempuan pun hilang atau terabaikan. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaiman representasi identitas perempuan dalam tarian adat apangkalale. Adapun kerangka pemikirang yang dibangun dalam penelitian ini adalah representasi identitas perempuan secara sosial dan budaya. Ada dua konsep dalam penelitian ini adalah konsep identitas sosial dan identitas budaya perempuan yang dilihat berdasarkan gender dan feminisme. Metode yang digunakan dalah deskriptif kualitatif dengan varian studi kasusu. Adapun konstruk dalam penelitian ini yakni, identitas sosial dan identitas budaya. Informan dalam penelitian ini berjumlah 10 orang. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kaum laki-laki mengambil alih posisi perempuan dalam tarian adat Pangkalale, karena laki-laki menganggap bahwa kaum perempuan lemah dan tidak kuat bekerja sehingga tidak bisa diandalkan kalau tanpa bantuan dari laki-laki. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pangkalale merupakan ritual kematian yang dilakonkan oleh kaum perempua sejak dahulu kala, namun saat ini berubah praktek karena diambil ilih oleh kaum laki-laki, sehingga dapat berpengaruh terhadap identitas perempuan secara sosial dan budaya. Hal inilah yang menimbulkan terjadinya diskriminasi terhadap perempuan karena adanya ketidakadilan perilaku jika dilihat dalam gender yang membedakan antara lakilaki dan perempuan susuai sifat, perilaku maupun pekerjaan. Penelitian ini merekomendasikan saran bahwa untuk tetap mempertahankan Pangkalale sebagai salah satu warisan budaya leluhur maka perlu adanya suatu tindakan dari pihak yang berwenang dalah hal ini tokoh adat dan tokoh terkait lainnya, agar budaya yang dipertahankan tidak luntur atau beruubah. Sehingga sebaiknya pangkalale yang sebenarnya dilakonkan oleh kaum perempuan sejak dahulu kala, perlu dipertahankan agar perempuan tidak kehilangan posisi tugas secara adat. Untuk meminimalisir terjadinya diskriminasi maka sebaiknya saling memberikan kesempatan bagi pihak yang berhak dalam posisi adat sehingga tidak adanya penindasan antara yang satu dengan yang lainnya.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
G Geography. Anthropology. Recreation > GR Folklore
H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Komunikasi
Depositing User: Tefa Frisca Yolanda
Date Deposited: 04 Jun 2020 04:56
Last Modified: 04 Jun 2020 04:56
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/2430

Actions (login required)

View Item View Item