Makna Tarian Murong Ae Bagi Masyarakat Larantuka (Studi Kasus Pada Masyarakat Di Kelurahan Larantuka Kecamatan Larantuka Kabupaten Flores Timur)

ELAMAN, Romana Tiffany (2018) Makna Tarian Murong Ae Bagi Masyarakat Larantuka (Studi Kasus Pada Masyarakat Di Kelurahan Larantuka Kecamatan Larantuka Kabupaten Flores Timur). Diploma thesis, Unika Widya Mandira.

[img] Text
FILE ABSTRAK.pdf

Download (365kB)
[img] Text
FILE BAB I.pdf

Download (480kB)
[img] Text
FILE BAB II.pdf

Download (291kB)
[img] Text
FILE BAB III.pdf

Download (93kB)
[img] Text
FILE BAB IV.pdf

Download (449kB)
[img] Text
FILE BAB V.pdf

Download (167kB)
[img] Text
FILE BAB VI INI.pdf

Download (189kB)

Abstract

Tarian Murong Ae merupakan salah satu tarian tertua di daerah Larantuka dan juga merupakan tarian yang hanya di tarikan pada saat adanya upacara pernikahan di daerah Larantuka khususnya pada saat hantaran adat dari pihak laki-laki ke pihak perempuan yang biasa dikenal dengan nama “Sirih Pinang” oleh Masyarakat Larantuka. Masyarakat Larantuka juga mempunyai nama panggilan khusus untuk pihal laki-laki dan pihak perempuan, untuk pihak laki-laki disebut dengan “Opu” dan pihak perempuan disebut dengan nama “Belake”. Tarian ini memiliki keunikan karena penari yang menarikan tarian tersebut adalah kaum perempuan sedangkan kaum pria hanya bertugas sebagai pengiring tarian menggunakan viola ata biola, gitar dan juga gendang. Untuk lagu pengiring tarian ini dinamakan Lui’E yang dinyanyikan oleh seorang penyair yang disebut dengan “Poeta”. Tarian tersebut mempunyai makna tertentu bagi masyarakat Larantuka. Oleh sebab itu, penulis ingin menganalisis makna yang terkadung pada Tarian Murong Ae tersebut. Landasan konseptual yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengertian kebudayaan, unsur kebudayaan, Pengertian Tarian, Pengertian Tarian Murong Ae, teori identitas budaya Stuard Hall dan hubungan teori dengan penelitian. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode interpretasi dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif, objek penelitian ini adalah Tarian Murong Ae bagi masyarakat di kelurahan larantuka, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam, observasi dan studi dokumen, dan melakukan analisis menggunakan teknik analisis data dan interpretasi data. Untuk menguji kebenaranaran data yang diperoleh penulis menggunakan teknik pemeriksaan dan keabsahan data. Berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis mendapat hasil bahwa Tarian Murong Ae mempunyai Makna yaitu makna religi, makna sosial dan makna personal. Masyarakat Larantuka percaya bahwa dengan melakukan tarian Murong Ae pada saat upacara pernikhan di daerah Larantuka mempunyai makna pemberian Bensa atau berkat dari Tuhan dan juga leluhur serta mempersatukan keluarga dan juga sebagai penyalur perasaan seorang Ibu kepada anaknya. Oleh karena itu tarian Murong Ae hanya di tarikan oleh perempuan yang tidak lain adalah Ibu dan juga saudari perempuan dari kedua pengantin. Penulis menyimpulkan, Tarian Murong Ae di daerah Larantuka mengandung 3 makna yaitu makna religi, makna sosial dan juga makna personal. Dengan menarikan Tarian Murong Ae masyarakat Larantuka percaya bahwa Tuhan, para leluhur dan juga keluarga sudah memberikan restu, Bensa atau berkat untuk kedua pengantin agar nantinya III dapat membangun kehidupan rumah tangga yang penuh dengan cinta kasih, kesetiaan, kegembiraan serta mempunyai relasi yang baik untuk kehidupan sosial mereka di masyarkat. Pada penelitian ini, penulis memberikan saran kepada masyarakat Larantuka agar tetap mempertahankan kebudayaan masyarakat Larantuka juga berharap kepada masyarakat Larantuka agar tetap melestarikan kebudayaan masyarakat Larantuka yaitu Tarian Murong Ae kepada setiap genererasi mayarakat Larantuka, agar kebudayaan masyarakat Larantuka khusunya Tarian Murong Ae tetap diketahui dan dipahami sebagai tarian yang mempunyai makna yang sakral bukan hanya sekedar tarian sebagai pertunjukan seni saja namun mempunyai makna mempersatukan keluarga yang mempunyai banyak perbedaan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GT Manners and customs
H Social Sciences > HF Commerce
J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Komunikasi
Depositing User: Tefa Frisca Yolanda
Date Deposited: 04 Jun 2020 01:51
Last Modified: 04 Jun 2020 01:51
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/2433

Actions (login required)

View Item View Item