Persepsi Masyarakat Desa Dirun Mengenai Festival Fulan Fehan (Studi Kasus Komunikasi Budaya Mengenai Festival Fulan Fehan Pada Masyarakat Desa Dirun Kecamatan Lamaknen Kabupaten Belu)

HALE, Marsela Patrisia (2020) Persepsi Masyarakat Desa Dirun Mengenai Festival Fulan Fehan (Studi Kasus Komunikasi Budaya Mengenai Festival Fulan Fehan Pada Masyarakat Desa Dirun Kecamatan Lamaknen Kabupaten Belu). Diploma thesis, Unika Widya Mandira.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (808kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (404kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (504kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (207kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (459kB)
[img] Text
BAB V .pdf

Download (602kB)
[img] Text
BAB VI.pdf

Download (412kB)

Abstract

Festival Fulan Fehan merupakan festival budaya yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Belu di Padang Rumput Fulan Fehan yang berada di Desa Dirun Kecamatan Lamaknen Kabupaten Belu. Festival ini juga merupakan salah satu upaya pelestarian budaya serta festival persaudaraan antara negara Timor Leste dan Indonesia. Untuk mengetahui persepsi masyarakat Desa Dirun tentang Festival Fulan Fehan maka rumusan masalahnya adalah “Bagaimana persepsi Masyarakat Desa Dirun mengenai Festival Fulan Fehan?”. Selanjutnya kerangka pemikiran yang dibuat yakni persepsi masyarakat Desa Dirun tentang Festival Fulan Fehan adalah memperkenalkan budaya, melestraikan budaya dan mempererat tali persaudaraan. Sedangkan asumsi yang digunakan adalah masyarakat Desa Dirun Kecamatan Lamaknen Kabupaten Belu memiliki persepsi mengenai Festival Fulan Fehan sehingga hipotesisnya adalah masyarakat Desa Dirun Kecamatan Lamaknen Kabupaten Belu memiliki persepsi bahwa Festival Fulan Fehan bertujuan untuk memperkenalkan budaya, melestarikan budaya dan mempererat tali persaudaraan. Landasan konseptual yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Terdahulu, Konsep Persepsi, Konsep Komunikasi dan konsep mengenai Festival. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, wawancara dan observasi serta studi dokumen. Satuan kajiannya adalah seluruh masyarakat Desa Dirun yang dipilih secara purposive sampling dari berbagai latar belakang yang memiliki informasi tentang Festival Fulan Fehan. Hasil penelitian ditemukan, Festival Fulan Fehan merupakan festival budaya antara negara Indonesia dan Timor Leste sehingga dalam kegiatan ini budaya dari kedua negara ditampilkan bergantian. Festival ini telah diselenggarakan sejak tahun 2017. Budaya-budaya yang ditampilkan dalam Festival Fulan Fehan antara lain Tarian Likurai, Tarian Antama, Tarian Selendang, Tarian Angin, Tarian Tebe dan Ritual adat seperti Ritual adat Bibit Padi, Ritual Pemanggilan Hujan serta Fashion Show Tenun, dan Konser suling Bambu. Dalam pertunjukkan ini semua peserta menggunakan pakian adat tradisional Kabupaten Belu. Peserta yang berikut partisipasi dalam kegiatan ini adalah para pelajar dari SD sampai SMA yang ada di Kabupaten Belu. Festival Fulan Fehan juga telah mendapat penghargaan MURI dengan kategori penari terbanyak. Demikian dapat disimpulkan bahwa masyarakat Desa Dirun memberikan persepsi bahwa Festival Fulan Fehan memiliki tujuan untuk memperkenalkan budaya, melestarikan budaya serta mempererat tali persaudaraan antara negara Indonesia dan Timor Leste. Oleh karenanya penulis menyarankan agar Pemeritah Kabupaten Belu tetap menjaga dan mempertahankan kegiatan ini kedepannya.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
G Geography. Anthropology. Recreation > GT Manners and customs
H Social Sciences > HM Sociology
H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Komunikasi
Depositing User: S.Kom Sela Mikado
Date Deposited: 03 Jun 2020 02:39
Last Modified: 03 Jun 2020 02:39
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/2464

Actions (login required)

View Item View Item