Implementasi Kebijakan Penanganan Sampah Di Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang Nusa Tenggara Timur

LINUNG, Maria Febriani (2018) Implementasi Kebijakan Penanganan Sampah Di Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang Nusa Tenggara Timur. Other thesis, Universitas Katolik Widya Mandira.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (288kB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (846kB)
[img] Text
BAB 2.pdf

Download (194kB)
[img] Text
BAB 3.pdf

Download (614kB)
[img] Text
BAB 4.pdf

Download (145kB)
[img] Text
BAB 5.pdf

Download (185kB)
[img] Text
BAB 6.pdf

Download (103kB)

Abstract

Masalah pokok dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pelaksanaan penanganan sampah dikelurahan Oesapa?. Dengan demikian tujuannya adalah untuk menggambarkan pelaksanaan kebijakan Implementasi penanganan sampah dikelurahan Oesapa. Kerangka teori yang digunakan dalam skripsi adalah konsep implementasi kebijakan yang dikemukakan oleh Van Metter dan Van Horn. Untuk memperolah gambaran pelaksanaan Implementasi Penangana sampah di Kelurahan Oesapa, penulis melakukan penelitian dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data primer diperoleh secara langsung dari informan, sedangkan sumber data sekunder diperoleh melalui buku-buku, dan dokumen resmi dari kantor BHLD Kota Kupang. Informan dalam penelitian ini adalah masyarakat dan pelaku usaha bisnis di oesapa, badan pengurus kelurhan dan pegawa BHLD kota KUPANG Hasil peneilitian menunjukkan bahwa sejauh ini Implementasi Penanganan Sampah belum berjalan baik dan maksimal. Hal ini ditandai dari aspek (1)Ukuran dan tujuan kebijakan yaknipenanganan sampah terlalu luas. Kebijakan penanganan sampah langsung mengatur cara penanganan sampah yang baik dan sehat tanpa mengatur cara megubah perilaku masyarakat yang sebenarnya merupakan hal yang paling fundamental dan diperparah dengan kurangnya staf yang kompeten dan kapabel untuk sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha berkaitan dengan peranannya dalam menangani sampah.(2)sumberdaya dalam proses implementasi kebijakan penanganan sampah belum memadai. Hal ini dapat dilihat dari kekurangan staf pelaksana di Dinas Kebersihan dan Pertamanan, sarana dan prasarana penanganan sampah yang tidak lengkap seperti dump truck, arm roll, motor sampah, dan TPS, serta minimnya biaya untuk operasional penanganan sampah yang disebabkan oleh kondisi keuangan daerah yang tidak mampu memenuhi semua kebutuhan daerah yang begitu banyak.(3)Karakteristik institusi implementor tidak disiapkan secara baik untuk mendukung implementasi kebijakan penanganan sampah terutama dalam penanganan sampah berdasarkan paradigma baru.(4)Disposis yakni rendahnya pemahaman aparat pelaksana Dinas Kebersihan dan Pertamanan dalam penanganan sampah seturut paradgima baru.(5)Komunikasi yakni Dinas Kebersihan dan Pertamanan dengan masyarakat dan pelaku usaha hampir tidak pernah dilakukan sosialisai.(6)Dukungan yakni lemah pengawasan terhadap penanganan sampah dan realisasi anggaran penanganan sampah yang kurang cukup mengakibatkan kebijakan penanganan sampah tidak dapat mencapai tujuan. Kesimpulannya, impelementai kebijakan penanganan sampah dikelurahan Oesapa yang dikaji melalui 6 aspek belum berjalan baik dan maksimal. Maka penulis menyarankan beberapa hal yakni: (1)Dinas Kebersihan dan Pertamanan harus melakukan penambahan jumlah aparatur teknis penanganan sampah berupa staf yang kompeten dan kapabel dalam memberikan sosialiasi kepada masyarakat perihal penanganan sampah. Selain itu, perlu melakukan pembenahan terhadap fasilitas-fasilitas pendukung penanganan sampah.(2)Dinas Kebersihan dan Pertamanan wajib berkoordinasi dengan Pemerintah.(3)Dinas Kebersihan dan Pertamanan perlu segera menyusun dan melaksanakan SOP khusus tentang penanganan sampah menurut paradigma baru penanganan sampah.(4)Dinas Kebersihan dan Pertamanan perlu menjalin kerja sama yang baik dan rutin dengan Dinas Kesehatan, BPLH, serta masyarakat dan pelaku usaha dalam rangka mengoptimalkan penanganan sampah.(5)Dinas Kebersihan dan Pertamanan perlu membangun komunikasi dengan pihak swasta dalam rangka menumbuhkan minat investasi dalam bidang penanganan sampah.(6)Dinas Kebersihan dan Pertamanan perlu membangun TPS yang dapat berpindah tempat, agar mencegah penutupan TPS oleh masyarakat yang terganggu oleh bau TPS.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
J Political Science > JC Political theory
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Administrasi Publik
Depositing User: toni pitay
Date Deposited: 08 May 2020 04:03
Last Modified: 08 May 2020 04:03
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/2470

Actions (login required)

View Item View Item