Peranan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Nagekeo Dalam Penanganan Banjir Di Kota Mbay

WEA, Victor Jack Tagenenu (2018) Peranan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Nagekeo Dalam Penanganan Banjir Di Kota Mbay. Diploma thesis, Unika Widya Mandira.

[img] Text
Abstrak.pdf

Download (664kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (261kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (407kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (287kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (528kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (326kB)
[img] Text
BAB VI.pdf

Download (165kB)

Abstract

Kerangka teori yang digunakan dalam skripsi adalah indikator-indikator atau batasan yang akan dikombinasikan dengan konsep penangan banjir oleh Dinas PUPR Kab. Nagekeo secara normatif. Untuk memperolah gambaran pelaksanaan penanganan banjir olah Dinas PUPR, penulis melakukan penelitian dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data primer diperoleh secara langsung dari informan, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari dokumen-dokumen terkait tentang penanganan banjir yang dilaksanakan oleh dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang kabupaten Negekeo. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Pengawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang berjumlah 8 orang terdiri dari Sekertaris, Bendahara, Kepala Bidang Tata Ruang, Kepala Bidang SDA, Staf bagian Tata Ruang, Staf bagian Cipta Karya, Masyarakat lokasi banjir berjumlah 5 orang terdiri dari 3 orang masyarakat Rewokoli, 2 orang masyarakat Danga au, serta Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berjumlah 1 orang. Hasil peneilitian menunjukkan bahwa sejauh ini peran Dinas PUPR Kab. Nagekeo dalam penanganan banjir di kota Mbay ada yang sudah berjalan maksimal namun masih banyak juga yang belum berjalan maksimal. Hal ini ditandai dari aspek (1) Peran Dinas PUPR dalam Penataan Ruang. Sejauh ini peran Dinas PUPR dalam penataan ruang yang diukur melalui penyampain informasi kepada masyarakat dan kepatuhan aparat dalam menjalankan tugas sudah berjalan cukup optimal. Hal ini terlihat dari adanya sosialisasi oleh Dinas PUPR tentang ijin mendirikan bangunan dilokasi banjir serta kepatuhan aparat dalam menjalankan tugas sudah berjalan baik. Namun yang masih menjadi masalah yakni kurangnya keberlanjutan sosialisi dalam bentuk papan informasi serta kurangnya tenaga kerja pada bidang tertentu. Aspek (2) yakni peran Dinas PUPR dalam penangan banjir kilat yang diukur melalui ketersediaan sarana dan prasarana yang mendukung dan kesiapapan petugas secara umum sudah berjalan cukup maksimal. Namun yang masih menjadi kendala yakni pada ketersediaan dana. Dana selama ini dalam perawatan sarana dan prasarana masih dirasa kurang. Dampak dari kekurangan dana ini mengakibatkan beberapa kerja lapangan masih dalam proses pengerjaan. Kesiapan petugas sudah cukup baik. Hal ini terlihat dari adanya petugas yang selalu mengawasi 24 jam terkait antisipasi banjir. Aspek (3) yakni peran Dinas PUPR dala penangan banjir jangka banjir yang diukur dari keterlibatan masyarakat dalam penyusunan rencana jangka panjang serta kesediaan dana secara umum sudah baik. Masyarakat dilibatkan dalam kegiatan Musrengbang dalam penentuan sikap terkait banjir. Selain itu ketersediaan dana masih menjadi kendala. Terlihat kurangnya perhatian terhadap ketersediaan dana terkait penanganan banjir. Kesimpulannya, Peranan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nagekeo dalam penanganan banjir di kota Mbay yang dikaji melalui 3 x aspek belum sepenuhnya berjalan maksimal. Berdasarkan kesimpulan siatas, maka penulis menyarankan hal-hal sebgai berikut yakni (1) Terkait peran Dinas PUPR dalam penataan ruang, maka disarankan untuk terus melakukan sosialisasi. Selain dalam bentuk tatap muka juga diadakanya papan informasi di lokasi banjir terkait hal-hal tentang sosialisasi banjir. Perlu dijaga konsistensi aparat dalam menjalankan tugas. (2) Terkait peran Dinas PUPR dalam penanganan banjir kilat atau dadakan, maka disarankan untuk selalu mengontrol kondisi saranan dan prasarana penunjang banjir agar selalu dalam keadaan siap pakai. Apabila ditemui kondisi yang rusak agar segera untuk diperbaiki. Perlu adanya penambahan petugas pengawas banjir agar selalu memantau lokasi-lokasi yang sering terkena banjir. (3) Terkait peran Dinas PUPR dalam penanganan banjir jangka panjang, agar selalu melibatkan masyarakat dalam setiap keputusan terkait penanganan banjir. Selain itu perlu adanya penetapan anggaran yang memadai terkait penanganan banjir.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Peranan, Banjir, Penanganan, Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang.
Subjects: J Political Science > JS Local government Municipal government
N Fine Arts > NK Decorative arts Applied arts Decoration and ornament
T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Administrasi Publik
Depositing User: Tefa Frisca Yolanda
Date Deposited: 03 Jun 2020 03:53
Last Modified: 03 Jun 2020 03:53
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/2479

Actions (login required)

View Item View Item