Studi Terhadap Perkembangan Gerak Tarian Ja’i Tradisional Mulai Tahun 1960 Sampai Tahun 2000

DOI, Yohanes Paulus (2018) Studi Terhadap Perkembangan Gerak Tarian Ja’i Tradisional Mulai Tahun 1960 Sampai Tahun 2000. Diploma thesis, Universitas Katolik Widya Mandira.

[img] Text
abstrak.pdf

Download (620kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (392kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (550kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (341kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (234kB)

Abstract

Tarian ja’i adalah tarian tradisional masyarakat Ngada yang merupakan tarian massal atau komunal, yang dilakukan oleh masyarakat setempat sebagai ungkapan rasa syukur dan kegembiraan. Tarian ja’i dalam pertunjukannya melibatkan penari pria dan wanita, para penari berbaris dan bergerak secara bersamaan dilakukan berulang-ulang mengikuti alunan irama nyanyian. Tarian Ja’i telah menjadi bagian dari tradisi nenek moyang masyarakat Ngada yang diwariskan secara turun-temurun. Kesenian ini terus mengalami perkembangan hingga sekarang, tetapi fokus studi dalam penelitian ini hanya dibatasi sampai perkembangan gerak tarian Ja’i pada tahun 2000. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perkembangan gerak tarian ja’i tradisional sampai dengan tahun 2000? Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan perkembangan gerak tarian ja’i tradisional sampai tahun 2000. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data yang diperoleh bersumber dari rekaman/CD, jurnal, diklat, buku, hasil pengamatan dan wawancara. Teknik studi lapangan adalah analisis sumber data yang telah diperoleh. Teknik wawancara adalah mewawancarai narasumber baik langsung maupun tidak langsung (menggunakan telepon/ hp). Hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk analisis perkembangan gerak tari ja’i Teke tradisional. Sampai dengan tahun 2000, perkembangan tarian Ja’i Teke tradisonal terjadi dalam dua tahap yaitu:, zaman musik hui, dan zaman audio visual. Pada tarian Ja’i Teke tradisional, alat musik belum digunakan, hanya berupa nyanyian yang berisi pantun sehingga gerakan tarian terkesan monoton dan mengikuti pemimpin tari. Perkembangan tahap pertama yaitu pada zaman musik hui (tahun 1960), di mana alat musik mulai digunakan karena dipengaruhi oleh bangsa asing yang masuk sehingga meninggalkan alat musik seperti ukulele, gitar, stroom bass dan marakas. Pada zaman ini para penari tidak hanya bergantung pada pemimpin tari tapi juga para pemusik, sehingga gerakan agak sedikit cepat serta menggunakan pola lantai yang variatif. Zaman audio visual (tahun 2000) para seniman mulai memodifikasi musik dengan sarana alat musik keyboard digital sehingga mendekati pola iringan musik Ja’i yang telah dikenal. Pada zaman ini para penari mulai mengkreasikan tariannya lebih meriah dan beragam.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Tarian Ja’i,profan,Ja’i teke,perkembangan,tahun 2000, teknologi
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure
M Music and Books on Music > M Music
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Program Studi Pendidikan Musik
Depositing User: perpustakaan unwira
Date Deposited: 14 Oct 2019 01:18
Last Modified: 14 Oct 2019 01:18
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/306

Actions (login required)

View Item View Item