Regenerasi Tumbuhan Berkayu Regenerasi Tumbuhan Berkayu Regenerasi Tumbuhan Berkayu Di Hutan Oelpuah, Kecamatan Kupang Tengah

ANGGUT, Jos Agustinus (2009) Regenerasi Tumbuhan Berkayu Regenerasi Tumbuhan Berkayu Regenerasi Tumbuhan Berkayu Di Hutan Oelpuah, Kecamatan Kupang Tengah. Diploma thesis, Widya Mandira Catholic University.

[img] Text (Thesis)
ABSTRAK.pdf

Download (211kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (170kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (164kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (320kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (232kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (232kB)

Abstract

Hutan Oelpuah tergolong dalam hutan musiman karena penyusunannya tergolong dalam kelompok tropofita. Sebagai suatu tipe musim, yang mana pada musim penghujan menghijau dan musim kemarau meranggas. Berdasarkan fungsinya menurut masyarakat Oelpuah dijadikan sebagai hutan larangan, tidak luput dari gangguan manusia, yaitu pengambilan kayu bakar, penebangan liar untuk bahan bangunan dan untuk pakan ternak, hal ini berdampak pada degradasi jenis-jenis penyusun dan aspek ekologi hutan, seperti keanekaragaman, regenerasi dan kepentingan lain-lain. Pemahaman terhadap pelbagai aspek ekologi hutan akan membantu memperkuat rencana pemantauan dan pengelolaan konservasi terhadap kawasan-kawasan yang dilindungi. Oleh karena itu, suatu kajian mengenai pola regenerasi komunitas yang penting dalam penelitian ini. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret - April 2009 di Hutan Oelpuah, metode penelitian adalah metode kuadran dengan ukuran area yang ditetapkan berdasarkan pada kurva area jenis. Hasil penelitian menunjukan bahwa kekayaan jenis tumbuhan di Hutan Oelpuah adalah 33 jenis dengan jumlah indivudu 913. Sedangkan pola regenerasi komunitas adalah kelas semaian 235, anakan 231, pohon kecil 113, pohon besar 334. Yang paling banyak di dominasikan oleh Akasia katetcu, Caesalpiria sappon L, Borassus flabellter, Scleicera oleosa (Lour) Merr. Hal ini menunjukkan bahwa jenis ini sudah beradaptasi baik dengan lingkungan, sedangkan paling sedikit adalah Mangifera indica L, Olea panikulata, Milingtonia volteniss, Swietenta foetida L. Jaek, Musea feriea. Hal tersebut memungkinan faktor lingkungan dan keadaan akibat aktifitas manusia tidak mendukung untuk hidup dari jenis tersebut. Implikasi penting dari penelitian ini adalah hutan Oelpuah perlu mendapat prioritas dalam perencanaan pemantauan dan pengelolaan konservasi jenis, habitat dan alternatif pemanfaatan lahan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: Faculty of Mathematics and Natural Science > Biology Study Program
Depositing User: Putri
Date Deposited: 06 Sep 2018 04:37
Last Modified: 06 Sep 2018 04:37
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/3416

Actions (login required)

View Item View Item