Hukum Untuk Manusia, Bukan Manusia Untuk Hukum (Telaah Filosofis Hukum Progresif Satjipto Rahardjo)

ROMAN, Emanuel Mau (2019) Hukum Untuk Manusia, Bukan Manusia Untuk Hukum (Telaah Filosofis Hukum Progresif Satjipto Rahardjo). Diploma thesis, Universitas Katolik Widya Mandira.

[img] Text
ABSTRAKSI.pdf

Download (223kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (159kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (169kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (195kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (194kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (196kB)

Abstract

Ahli-ahli hukum positif menjamin ketertiban dan kesejahteraan bersama, namun di Indonesia sistem hukum positif jauh dari kata memuaskan. Hukum menjadi teknologi tanpa nurani yang menjadikan manusia tidak lain sebagai mainan abjad atau titik koma dalam buku undang-undang, karena lebih banyak manusia hukum terjermbab dalam pradigma tunggal positivisme hukum yang sudah tidak begitu fungsional lagi sebagai analisis dan kontrol serta menganggap hukum sebagai sesuatu yang final. Hukum tidak lagi menjadi sarana atau jalan untuk mencapai keadilan. Sadar akan realitas inilah, maka Satjipto Rahardjo dalam pertapaan akademiknya melahirkan konsep hukum progresif. Pada dasarnya, hukum progresif memutar balikkan posisi manusia menjadi titik sentral dan hukum berputar disekitar manusia untuk melayaninya, serta menjelaskan hukum positif bukan satu-satunya jalan atau cara untuk mencapai ketertiban-kesejahteraan. Masih ada jalan atau cara lain yang lebih kontekstual dan efektif. Hukum tidak lagi dipandang semata-mata sebagai teknologi, tetapi sebagai institusi manusia, yang bukan merupakan sebuah skema yang final, melainkan hukum itu tampak selalu bergerak, berubah, mengikuti dinamika kehidupan manusia. Hukum progresif Satjipto menyadarkan masyarakat bahwa ada batas hak hukum untuk menuntut ketaatan. Sebab sifat legalistik itu jelas tidak memadai dan akan mengancam keadilan. Kepastian dalam hukum positif bukan tidak mungkin menimbulkan absennya rasa keadilan. Jika demikian, tidak heran apa bila setelah persidangan kebanyakan orang berselohor tentang siap yang menang dan siapa yang kalah, bukannya adil atau tidak. Untuk memutuskan secara adil demi tercapainya kebahagiaan, maka dalam berhukum progresif aparat hukum sudah berpikir tidak semata-mata dengan basis xi intelektual (Intellectual Quotient) tetapi juga perasaan (Emotional Quotient) dan akhirnya disempurnakan dengan kecerdasan spiritual (Spiritual Quotient). Dalam konsep hukum progresif, orang berpikir dan bertindak dengan segala keutuhan diri, sehingga jadilah hukum itu sebuah rahmat bagi manusia dan dunia. Hukum progresif pada posisinya menjelaskan hukum positif bukan merupakan satu-satunya jalan untuk mencapai ketertibana, keadilan apa lagi kebahagiaan. Masih ada jalan atau cara lain dalam apa yang disebut jagat ketertiban. Istilah jagat ketertiban digunakan oleh Satjipto untuk menggambarkan suatu jagat yang amat luas yang di dalamnya dihuni oleh berbagai cara atau jalan untuk menciptakan ketertiban, salah satunya adalah hukum (hukum positif) itu sendiri. Jadi hukum adalah bagian dari usaha untuk menata ketertiban dalam masyarakat, tetapi tidak persis sama dengan ketertiban. Hukum hanya menempati satu ruang kecil di dalam jagat ketertiban yang maha luas. Jagat ketertiban ini dapat disebut juga sebagai tatanan. Tatanan ini dibagi menjadi tiga, yaitu (1) tatanan transcendental (transcendental order); (2) tatanan sosial (social order); (3) tatanan politik (political order). Dan Hukum positif termasuk dalam tatanan politik. Oleh sebab itu, “biarkan saja hukum itu mengalir” secara alami sesuai dengan perubahan dan perkembangan manusia. Hukum adalah sesuatu yang selalu dalam proses menjadi, semata-mata agar hukum itu lebih adil dan membawa kebahagiaan. Akhinya, “bukan manusia untuk hukum, tetapi hukum untuk manusia”.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
B Philosophy. Psychology. Religion > BD Speculative Philosophy
B Philosophy. Psychology. Religion > BR Christianity
Divisions: Fakultas Filsafat > Program Studi Ilmu Filsafat
Depositing User: S.Kom Sela Mikado
Date Deposited: 14 Oct 2020 04:46
Last Modified: 14 Oct 2020 04:46
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/3439

Actions (login required)

View Item View Item