Nilai Ritus Bura Su’a Dalam Perayaan Reba Pada Masyarakat Bela Raghi, Kabupaten Ngada

DJAWA, Leo Agung Constantino Wo’u (2020) Nilai Ritus Bura Su’a Dalam Perayaan Reba Pada Masyarakat Bela Raghi, Kabupaten Ngada. Diploma thesis, Universitas Katolik Widya Mandira.

[img] Text
Abstraksi.pdf

Download (317kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (167kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (310kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (175kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (195kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (152kB)

Abstract

Manusia terdiri dari dua dimensi, seperti: dimensi hati yang berfungsi untuk merefleksikan hal-hal yang ada di dunia. Dimensi indrawi yang berfungsi untuk mengalami atau merasakan halhal yang ada di dunia dan dimensi ratio atau akal yang berfungsi untuk merumuskan dan mengkonsepkan hal-hal yang ada di dunia. Menurut Aristoteles filsuf Yunani manusia adalah animal rationale yang berarti manusia adalah mahkluk berpikir. Pikiran manusia ini memampukannya untuk menyadari segala sesuatu. Manusia di manapun ia hidup dan dalam situasi apapun, niscaya menjadi agen kebudayaan. Selain sebagai agen budaya, manusia juga memiliki dimensi religiusitas yang mana manusia memiliki hubungan dan keterikatan dengan Yang Transenden, Allah dan Yang Maha Tinggi serta Tuhan yang merupakan sebutan bagi sosok Adi Kodrati. Tidak dapat dingkari bahwa manusia sebagai makhluk religius tidak dapat hidup dari dirinya sendiri. Dalam sistem kebudayaan masyarakat Ngadha pada umumnya, teristimewa masyarakat Bela Raghi, diyakini adanya “Ema Dewa” (Allah) sebagai penyelenggara tunggal atas kehidupan manusia. Oleh karena itu, segala bentuk doa, permohonan dan pengungkapan syukur yang dilakukan semuanya tertuju pada “Ema Dewa”. Demikian juga dengan Reba yang di term ini memiliki beberapa arti yaitu pertama sebagai nama bulan (tradisional), kedua sebagai nama suatu upacara pembukaan tahun baru, ketiga sebagai nama sejenis pohon yang dapat digunakan sebagai bahan penopang tanaman umbi-umbian. Reba yaitu pesta pembukaan tahun baru merupakan perayaan penuh makna bagi orang Ngadha berkumpul. Pada hari itu mereka berkumpul dengan mengungkapkan rasa syukur mereka atas anugerah kehidupan di tahun yang lalu dan sekaligus memohonkan berkat untuk perjalanan hidup di tahun yang baru. Perayaan Reba dilangsungkan selama tiga hari dan setiap harinya memiliki perayaan dan upacara yang berbeda dan memuncak di perayaan reba di hari ketiga. Rangkain-rangkaian upacara Reba ini antara lain; hari pertama ialah perayaan Kobe Dheke Reba1 hari kedua ialah penuturan O Uwi2 dan hari ketiga ialah perayaan Kobe Dhoi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BD Speculative Philosophy
G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
G Geography. Anthropology. Recreation > GT Manners and customs
Divisions: Fakultas Filsafat > Program Studi Ilmu Filsafat
Depositing User: S.Kom Sela Mikado
Date Deposited: 24 Oct 2020 01:33
Last Modified: 24 Oct 2020 01:33
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/3547

Actions (login required)

View Item View Item