Budaya Ha’a Luha Sebagai Sarana Kohesivitas Masyarakat Suku Kemak Desa Sadi Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu

BUTI, Felix Nai (2020) Budaya Ha’a Luha Sebagai Sarana Kohesivitas Masyarakat Suku Kemak Desa Sadi Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu. Undergraduate thesis, Unika Widya Mandira.

[img] Text
COVER ABSTRAK.pdf

Download (462kB)
[img] Text
BAB I FELIX.pdf

Download (370kB)
[img] Text
BAB II FELIX.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (404kB)
[img] Text
BAB III FELIX.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (259kB)
[img] Text
BAB IV FELIX BARU_compressed.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (873kB)
[img] Text
BAB V felix.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (894kB)
[img] Text
BAB VI felix.pdf

Download (231kB)

Abstract

Masalah pokok dalam penelitian ini adalah apakah ritual adat ha’a luha dapat dijadikan sebagai sarana kohesivitas dalam masyarakat Suku Kemak Desa Sadi KecamatanTasifeto Timur Kabupaten Belu. Adapaun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berfungsi atau tidaknya ha’a luha sebagai sarana Kohesivitas masyarakat suku Kemak di Desa Sadi Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu. Dalam Penelitian ini konsep yang digunakan adalah (1) konsep kebudayaan (2) Konsep kohesivitas sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang dikumpulkan ialah sumber data primer dan sumber data sekunder. Aspek utama dalam penelitian ini adalah (1) partisipasi (2) kepercayaan (3) kebersamaan dan rasa memiliki dan (4) hubungan timbal balik. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) aspek partisipasi menunjukkan keputusan untuk menentukan waktu ritual adat ha’aluha, diambil berdasarkan hasil musyawarah dari setiap suku-suku yang ada dalam kelima kelompok suku yang melaksanakan ritual adat ha’a luha (2) aspek kepercayaan untuk menumbuh kembangkan keyakinan melalui ha’a luha, masyarakat percaya bahwa setelah mereka lakukan ritual adat, ada hal yang berubah dari hidup mereka yaitu mendapatkan panen hasil kebun melimpah, anak sekolah sukses dalam studinya,kematian sadis dijauhi dari hidup, kemana-mana selalu rasa nyaman, ketika sakit berat bicara lewat sirih pinang pasti ada jalan keluar untuk sembuh, dan bagi orangorang yang melalaikan ha’a luha ini biasanya akan mendapatkan teguran berupa sakit penyakit yang tidak keruan, gagal dalam mengeyam pendidikannya, segala usahanya macet dll (3) Aspek kebersamaan dan rasa memiliki pada ritual adat ha’a luha adalah setiap orang yang datang atas kehendak sendiri mau bertemu dengan keluarga, leluhur juga Yang Maha Tinggi. Dengan adanya ha’a luha mempermudah orang tuk saling mengenal antara sesama masyarakat Suku Kemak dalam Desa Sadi ataupun yang datang dari luar Desa Sadi. (4) Aspek Hubungan timbal balik yaitu adanya balas membalas kebaikan antara maneri (anak laki) dan maneheu (anak perempuan) serta masyarakat. Maneri membawa bagiannya babi, daging babinya setelah dimasak diberikan kepada anak nona (maneheu) beserta sepiring nasi yang berisi sirih pinang sebagai wujud doa atas pemberian anak nona berupa ayam, sirih pinang dan sopi. Ayam yang diterima dari maneheu, setelah dagingnya dimasak akan dibagikan kepada setiap maneri beserta sepiring nasi yang berisi sirih pinang, tidak hanya untuk meneri saja tetapi juga untuk masyarakat sekitar yang telah ambil bagian dalam ritual adat ha’a luha. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ritual adat ha’a luha merupakan salah satu ritual penting yang harus tetap dijaga, karena ritual ini merupakan warisan dari nenek moyang yang bisa mempersatukan masyarakat. Saran yang dapat diajukan sebagai berikut: (1) diharapkan agar pemerintah maupun masyarakat terus mempertahankan ritual adat ha’a luha (2) masyarakat terus mendidik para generasi penerus tentang nilai-nilai yang terkandung dalam ritual adat ha’a luha

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Ritual Ha’a luha, Kohesivitas Sosial, Kebudayaan.
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
G Geography. Anthropology. Recreation > GT Manners and customs
H Social Sciences > HM Sociology
J Political Science > JA Political science (General)
J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Pemerintahan
Depositing User: S.Kom Sela Mikado
Date Deposited: 22 Sep 2021 00:38
Last Modified: 22 Sep 2021 00:38
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/3868

Actions (login required)

View Item View Item