Pengaruh Kecerdasan Spiritual Terhadap Keharmonisan Keluarga

SERU, Anisetus (2019) Pengaruh Kecerdasan Spiritual Terhadap Keharmonisan Keluarga. Diploma thesis, Unika Widya Mandira.

[img] Text
ABSTRAKSI.pdf

Download (487kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (252kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (290kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (291kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (355kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (257kB)

Abstract

Keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk pribadi dan akan memberikan pengaruh besar dalam kehidupanindividu saat ini dan kelak. Keluarga merupakan kelompok terkecil dari kehidupan manusia di masyarakat yang umumnya terdiri dari ayah, ibu, dan anak .Mereka hidup bersama dalam ikatan darah, perkawinan atau pengangkatan. Keluarga pada umumnya menginginkansuasana yang penuh kebahagiaan. Apabila keluarga kurang memberikan pemenuhan yang seimbang terhadap kebutuhan dan nilai yang memberi cara pandang terhadap individu dalam menjalani kehidupan, maka akan timbul pengaruh yang kurang baik pada kehidupannya kelak. Dalam mengarungi samudera kehidupan rumah tangga tidaklah semudah apa yang dibayangkan, tidak jarang sebuah rumah tangga terhempas gelombang badai yang akhirnya berdampak bagi keharmonisan keluarga.Keharmonisan keluarga merupakan syarat penting dalam mengarungi kehidupan rumah tangga agar mampu menghadapi berbagai goncangan dan hempasan badai dalam rumah tangga. Oleh karena itu pemahaman terhadap konsep keharmonisan keluarga sangat diperlukan karena kebanyakan keluarga yang gagal adalah keluarga yang tidak memahami akan pentingnya keharmonisan keluarga. Keharmonisan keluarga adalah dambaan setiap orang yang ingin membentuk keluarga atau yang memilki keluarga, namun masih banyak yang kesulitan dalam membangun keharmonisan keluarga. Kebahagiaan suatu keluarga tidak hanya terletak pada kekayaan, wawasan pengetahuan yang luas, kedudukan yang tinggi, tetapi yang terutama adalah ketenangan dan kebahagiaan jiwa seluruh anggota keluarga. Untuk membangun keharmonisan keluarga kita dituntut membangun kecerdasan spiritual dalam keluarga. Karena kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang paling tinggi dari kecerdasan lainnya. Hal ini dikarenakan jika seseorang telah memiliki kecerdasan spiritual (SQ) maka seseorang itu akan mampu memaknai hidup dan menjadi orang yang bijaksana dalam kehidupannya. Kecerdasan spiritual membantu keluarga untuk menemukan makna hidup dan kebahagiaan. Inilah mengapa kecerdasan spiritual dinilai sebagai kecerdasan yang paling penting dalam kehidupan seseorang. Karena, menemukan makna dari kehidupan dan kebahagiaan adalah tujuan dari setiap orang dalam hidupnya. Untuk apa mempunyai kecerdasan intelektual yang tinggi bila hidupnya tidak berbahagia? Untuk apa dapat meraih kesuksesan, baik itu dalam karier, kekayaan, maupun dalam kehidupan sosial, bila tidak bisa merasakan sebuah kebahagiaan? Itulah kenapa kecerdasan spiritual dikatakan sebagai kecerdasan yang paling penting dan tinggi.Keharmonisan keluarga sangat dipengaruhi oleh kecerdasan spiritual yang diwujudnyatakan dalam semangat dan hukum dasar cinta kasih. Kecerdasan spiritual atau spiritual intelligence atau spiritual quotient(SQ) ialah suatu intelegensi atau suatu kecerdasan di mana kita berusaha menyelesaikan masalah-masalah hidupini berdasarkan nilai-nilai spiritual atau agama yang diyakini. Kecerdasan spiritual ialah suatu kecerdasan di mana kita berusaha menempatkan tindakan-tindakan dan kehidupan kita ke dalam suatu konteks yang lebih luas dan lebih kaya, serta lebih bermakna.Kecerdasan spiritual merupakan dasar yang perlu untuk mendorong seseorang agar memiliki kepribadian yang matang sehingga dapat menciptakan keluarga yang harmonis. Kecerdasan spiritual membantu seseorang untuk menemukan makna hidup dan kebahagiaan. Keluarga dengan tingkat kecerdasan spiritual yang tinggi akan mampu meningkatkan kohesifitas keluarga. Karena keluarga terhindar dari kekosongan yang mengganggu, mereka juaga dapat melalui pengalaman positif atau negatif dengan cara yang berpusat pada prinsip yang benar, tingkat kemandirian dari masing masing anggota keluarga akan beralih menjadi tergantungan yang saling melengkapi dan rasa kebersamaan satu sama lain karena pemupukan tindakan bijaksana terus-menerus. Pada akhirnya mereka akan merasakan kebahagiaanyang hakiki karena hidup penuh makna dan merasa menjadi bagian dari keseluruhan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
Divisions: Fakultas Filsafat > Program Studi Ilmu Filsafat
Depositing User: S.Ptk Hendra Silvester
Date Deposited: 21 Oct 2019 03:14
Last Modified: 21 Oct 2019 03:14
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/458

Actions (login required)

View Item View Item