Nilai Sosial Dalam Ritus Ghan Weton Di Kampung Mbazang Kabupaten Ngada

NGGAWAL, Hermanus (2019) Nilai Sosial Dalam Ritus Ghan Weton Di Kampung Mbazang Kabupaten Ngada. Diploma thesis, Universitas Katolik Widya Mandira.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (456kB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (165kB)
[img] Text
BAB 2.pdf

Download (245kB)
[img] Text
BAB 3.pdf

Download (371kB)
[img] Text
BAB 4.pdf

Download (296kB)
[img] Text
BAB 5.pdf

Download (341kB)

Abstract

Negara Indonesia adalah negara yang kaya akan kebudayaan. Hal ini di lihat dari banyaknya budayayang di anut oleh manusia di bumi pertiwi ini. Kata kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu buhddayah sebagai bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal. Kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks yang mengandung ilmu pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat-istiadat dan kebiasaan yang dilaksakan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Tanpa manusia maka kebudayaan tidak akan pernah ada dan tanpa kebudayaan manusia akan terlempar dalam fakta nihilis. Manusia adalah mahluk sosial, sebab secara kodrati manusia selalu berinteraksi dengan orang lain. Interaksi dengan orang lain menandakan bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri. Manusia hanya ada dan akan selalu ada karena orang lain. Dalam kebersamaan dengan orang lain terciptalah kelompok-kelompok hidup bersama. Ada banyak organisasi hidup bersama yang dibangun oleh manusia. Misalnya, ada instansi pemerintahan dan organisasi sosial kemasyarakatan lainnya, termasuk di dalamnya lembaga budaya. Ritus ghan weton adalah salah satu dari hasil kebudayaan ciptaan masyarakat Mbazang yang masih eksis hingga kini. Di dalam ritus ghan weton terkandung banyak nilai. Ada nilai religius, sosial, perkawinan dan lain sebagainya. Semuanya menjadi kekayaan yang sangat berharga bagi masyarakat Mbazang. Nilai sosial religius yang terkandung di dalam ritus ghan weton, yaitu adanya komunikasi dengan Yang Maha Kuasa (Mori Kraeng) melalui tuturan doa adat. Doa tersebut diungkapkan sebagai ucapan syukur atas hasil panen yang mereka peroleh. xiii Nilai sosial ekonomi yang terkandung di dalam ritus ghan weton, yakni menumbuhkan sikap saling berbagi kepada orang yang tidak memiliki penghasilan. Ada pula nilai persatuan di mana kehadiran orang lain tidak dilihat sebagai orang asing melainkan dilihat sebagai saudara. Dari sebab itu, perlu adanya sikap tolong- menolong dan sikap berbagi kepada sesama saudara. Dan nilai sosial perkawinan yang terkandung di dalam ritus ghan weton, yaitu mempererat hubungan kekeluargaan antara keluarga laki-laki dan keluarga perempuan serta ditetapkannya aturan adat sebagai patokan untuk menjalankan hidup yang harmonis, rukun dan damai.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
B Philosophy. Psychology. Religion > BJ Ethics
B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions: Fakultas Filsafat > Program Studi Ilmu Filsafat
Depositing User: S.Ptk Dami Damianus
Date Deposited: 24 Oct 2019 04:34
Last Modified: 24 Oct 2019 04:34
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/530

Actions (login required)

View Item View Item