Analisis Kinerja Keuangan Bank Bumn Di Indonesia (Periode 2014-2016) (Studi Kasus Pada Bank Mandiri, Bri, Bni 46 Dan Btn)

PALLY, Devi Triyanti (2017) Analisis Kinerja Keuangan Bank Bumn Di Indonesia (Periode 2014-2016) (Studi Kasus Pada Bank Mandiri, Bri, Bni 46 Dan Btn). Undergraduate thesis, Universitas Katolik Widya Mandira.

[img] Text
abstrak.pdf

Download (681kB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (195kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (409kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (236kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (357kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (103kB)

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk melihat perkembangan rasio keuangan Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai bagian dari Kinerja Keuangan Bank BUMN periode 2014 sampai 2016. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Laporan Tahunan Publikasi Bank BUMN periode tahun 2014 hingga 2016. Penelitian ini menggunakan populasi dari bank BUMN di Indonesia yaitu dengan jumlah 4 bank. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sampel jenuh dimana seluruh anggota populasi digunakan sebagai sampel. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder, data sekunder terdiri dari data kualitatif dan kuantitatif. Metode pengumpulan data tinjauan kepustakaan dan mengakses web dan situs-situs terkait. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis rasio keuangan berdasarkan penilaian tingkat kesehatan bank yang ditetapkan Bank Indonesia, yaitu dengan rasio CAMEL capital (modal), asset quality (aktiva), management (manajemen) earning (rentabilitas), dan liquidity (likuiditas). Berdasarkan hasil penelitian diketahui rasio Return On Assets (ROA), menunjukan efektifitas perusahaan di dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aktiva/ aset, bank BUMN rata-rata berada diatas standar Bank Indonesia (>1,5%) kecuali pada BTN yang tidak mencapai target pada 2014 dan 2015. Rasio . Rasio capital adequacy ratio (CAR), menunjukan kecukupan modal yang dimiliki untuk menunjang aktiva beresiko, Bank BUMN telah mencapai standar Bank Indonesia (>8%). Rasio Biaya Operasi dibanding dengan Pendapatan Operasi (BOPO), menunjukan tingkat efesiensi operasional, bank BUMN telah mencapai standar Bank Indonesia (<85%) kecuali bank BTN yang tidak mencapai target pada 2014. Rasio Non Performing Loan (NPL), menunjukan tingkat kredit bermasalah, semua BUMN telah mencapai standar Bank Indonesia (<5%). Rasio Loan To Deposit Ratio (LDR), menunjukan total jumlah kredit dengan dana yang diterima, bank BUMN telah mencapai target Bank Indonesia (80-110%). Rasio Net Interest Margin (NIM), menunjukan kemampuan manajemen bank dalam mengelola aktiva produktif dalam menghasilkan laba, Bank BUMN memiliki rasio NIM yang baik. Hasil analisis dari semua rasio menunjukan bahwa kinerja rata-rata Bank BUMN sudah sepenuhnya baik. Saran yang diberikan adalah BUMN perlu melakukan perbaikan kualitas kredit dengan melakukan analisis kredit yang cermat untuk mengetahui kualitas calon debitur. Perlu juga tindakan cepat dan tepat untuk mengatasi kredit kurang lacar, diragukan dan kredit macet. Bank BUMN juga menekan biaya operasional untuk memaksimalkan laba.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Kinerja, Keuangan
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
H Social Sciences > HJ Public Finance
Divisions: Fakultas Ekonomika dan Bisnis > Program Studi Manajemen
Depositing User: S.Fil Lake Primus Sani
Date Deposited: 13 Jun 2022 01:16
Last Modified: 13 Jun 2022 01:16
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/5913

Actions (login required)

View Item View Item