Evaluasi Upah Tenaga Kerja Berdasarkan Upah Minimum Provinsi NTT Terhadap Provinsi NTB, Maluku Dan Maluku Utara Dengan Menggunakan Koefisien Tenaga Kerja Sni

DONUISANG, Astri Roynita (2019) Evaluasi Upah Tenaga Kerja Berdasarkan Upah Minimum Provinsi NTT Terhadap Provinsi NTB, Maluku Dan Maluku Utara Dengan Menggunakan Koefisien Tenaga Kerja Sni. Diploma thesis, Unika Widya Mandira.

[img] Text
ABSTRAKSI.pdf

Download (322kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (86kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (176kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (82kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (331kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (128kB)

Abstract

Upah Minimum Provinsi yang selanjutnya disebut UMP adalah upah minimum yang berlaku untuk seluruh kabupaten/kota di satu provinsi. Upah tenaga kerja perlu diperhitungkan dengan baik karena menjadi salah satu elemen penting yang mempengaruhi biaya konstruksi. Perhitungan upah tenaga kerja yang dilakukan akan berdampak pada besar kecilnya biaya dalam suatu proyek konstruksi yang akan dilakukan. Hal ini dikarenakanbiaya merupakan aspek yang sangat sensitif bagi pihak-pihak yang terkait didalam suatu proyek konstruksi. Sehingga analisis perhitungan upah yang benar sesuai metode yang ada sangat diperlukan.Tujuan dari penulisan ini adalah 1). Mengetahui berapa besar perbedaan harga satuan tenaga kerja berdasarkan UMP di provinsi NTT, NTB, Maluku dan Maluku Utara. 2). Mengetahui berapa besar perbedaan biaya tenaga kerja proyek dan perbandingan berdasarkan koefisien SNI di provinsi NTT, NTB, Maluku dan Maluku Utara.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut : 1). Evaluasi perbedaan harga satuan tenaga kerja yang hasilnya menunjukkan bahwa provinsi Maluku Utara memiliki harga satuan lebih besar 45,32% dari provinsi NTT untuk semua unsur tenaga kerja,baik pekerja, tukang, kepala tukang maupun mandor. Sedangkan provinsi NTB memiliki harga satuan tenaga kerja lebih besar 33,74% dari NTT, begitu pula dengan provinsi NTB yang memiliki harga datuan tenaga kerja untuk setiap unsur tenaga kerja lebih besar 12,12% dari NTT. 2). Evaluasi perbandingan harga satuan tenaga kerja untuk setiap unsur tenaga kerja baik pekerja, tukang, kepala tukang maupun mandor serta evaluasi biaya tenaga kerja proyek menunjukan bahwa dari keempat provinsi tinjauan, provinsi NTT memiliki harga satuan terkecil dari provinsi NTB, Maluku dan Maluku Utara dilihat dari upah minimum provinsi yang berlaku untuk tahun 2019. Hal ini disebabkan oleh besaran UMP pada provinsi NTT lebih rendah dari ketiga provinsi lain, yang mana berdampak padarendahnya harga satuan serta biaya tenaga kerja pada provinsi NTT.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Biaya Tenaga Kerja Proyek, Harga Satuan Tenaga Kerja, Koefisien Tenaga Kerja, UMP, Upah Tenaga Kerja.
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
H Social Sciences > HG Finance
J Political Science > JS Local government Municipal government
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: S.Ptk Hendra Silvester
Date Deposited: 28 Oct 2019 03:40
Last Modified: 28 Oct 2019 03:40
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/595

Actions (login required)

View Item View Item