Pngaruh Penggunaan Bahan Tambahan ( Additive ) Anti Stripping Agent( Wetfix-Be ) Terhadap Durabilitas Asphalt Concrete (AC ) Pada Perkerasan Runway.

SAPAY, Sessilo Vincentius (2018) Pngaruh Penggunaan Bahan Tambahan ( Additive ) Anti Stripping Agent( Wetfix-Be ) Terhadap Durabilitas Asphalt Concrete (AC ) Pada Perkerasan Runway. Diploma thesis, Universitas Katolik Widya Mandira.

[img] Text
01 ABSTRAKSI.pdf

Download (560kB)
[img] Text
02 BAB I.pdf

Download (124kB)
[img] Text
03 BAB II.pdf

Download (224kB)
[img] Text
04 BAB III.pdf

Download (138kB)
[img] Text
05 BAB IV.pdf

Download (525kB)
[img] Text
06 BAB V.pdf

Download (142kB)

Abstract

Lapis aspal beton (asphalt concrete) yang merupakan lapis permukaan, berfungsi sebagai lapisan yang menyebarkan beban ke lapisan dibawahnya dan menyelimuti perkerasan dari pengaruh cuaca. Dilihat dari letak dan fungsinya, lapis aspal beton(asphalt concrete) sangat rentan terhadap kerusakan akibat beban dan cuaca. Oleh karena itu, salah satu cara untuk meningkatkan keawetan (durabilitas) dan mutu lapis aspal beton (asphalt concrete) adalah memodifikasi campuran beraspal dengan penambahan bahan anti pengelupasan (anti stripping agent). Bahan anti pengelupasan (anti stripping agent) merupakan zat aditif yang dapat digunakan untuk meningkatkan kohesi atau kelekatan dan ikatan butiran (interlocking) antara aspal dan agregat, serta mengurangi efek negatif dari air dan kelembaban sehingga menghasilkan permukaan aspal beton berdaya lekat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai parameter marshall dan nilai durabilitas asphalt concrete (AC) runway akibat pengaruh penggunaan anti stripping agent wetfix-be. Langkah pertama dalam penelitian ini adalah menentukan nilai kadar aspal optimum (KAO) dan kemudian ditambahkan wetfix-be sebanyak 0,00%; 0,20%; 0,40%; dan 0,60%. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai stabilitas meningkat dengan bertambahnya kadar wetfix-be dari 0,20% sampai dengan 0,40%, tetapi ketika ditambah kadar wetfix-be 0,60% nilai stabilitas mengalami penurunan. Nilai flow dan Nilai VFB meningkat dengan bertambahnya kadar wetfix-be dari 0,20% sampai dengan 0,60%. Sedangkan, Nilai VIM dan Nilai VMA menurun dengan bertambahnya kadar wetfix-be dari 0,20% sampai dengan 0,60%. Untuk hasil uji durabilitas diketahui bahwa pada penambahan wetfix-be 0,00% diperoleh nilai durabilitas sebesar 96,414%. Setelah dilakukan penambahan wetfix-be 0,20% nilai durabilitas meningkat sebesar 1,26% atau 97,642%. Ketika ditambah wetfix-be 0,40% nilai durabilitas meningkat sebesar 2,45% atau 98,835%. Dan ketika ditambah wetfix-be 0,60% nilai durabilitas menurun sebesar 0,88% atau 95,573%. Nilai durabilitas tertinggi diperoleh pada penambahan wetfix-be sebesar 0,40% yaitu 98,835%.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Asphalt Concrete, Wetfix-Be, Durabilitas
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: Andreas M. Pati
Date Deposited: 29 Oct 2019 03:37
Last Modified: 29 Oct 2019 03:37
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/626

Actions (login required)

View Item View Item