Preferensi Umat Katolik Kelompok Umat Basis (KUB) Santo Mathias Rasul Terhadap Lagu Bapa Kami Versi Filipina Dan Versi Gregorian Dalam Perayaan Ekaristi Di Paroki Santo Mathias Rasul Tofa

SEDA, Yustinus Nelu (2019) Preferensi Umat Katolik Kelompok Umat Basis (KUB) Santo Mathias Rasul Terhadap Lagu Bapa Kami Versi Filipina Dan Versi Gregorian Dalam Perayaan Ekaristi Di Paroki Santo Mathias Rasul Tofa. Diploma thesis, Universitas Katolik Widya Mandira.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (170kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (60kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (44kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (47kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (64kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (42kB)
[img] Text
BAB VI.pdf

Download (22kB)

Abstract

Preferensi adalah suatu bentuk pernyataan yang menyatakan perasaan lebih suka,pilihan atau hal yang harus diprioritaskan. Preferensi digunakan untuk menentukan pilihan umat terhadap dua lagu Bapa Kami yaitu versi Filipina dan versi Gregorian. Kedua versi tersebut sering dinyanyikan dalam setiap perayaan Ekaristi di Paroki Santo Mathias Rasul-Tofa dan untuk mengetahu Preferensi Umat maka dibuat suatu rumusan masalah yakni bagaimana preferensi umat di Kelompok Umat Basis (KUB) Santo Mathias Rasul terhadap lagu Bapa Kami versi Filipina dan versi Gregorian dalam perayaan Ekaristi di Paroki Santo Mathias Rasul- Tofa? Landasan konseptual yang digunakan dalam penelitian ini adalah preferensi, lagu sebagai alat komunikasi, kaum awam, doa Bapa Kami dan karakteristik lagu Gregorian dan Filipina. Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian studi kasus, dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, penulis menjelaskan bahwa preferensi umat terhadap dua versi lagu Bapa Kami yang sering dinyanyikan dalam perayaan Ekaristi awalnya adalah sebuah bentuk doa yang diajarkan Yesus kepada Para Murid-Nya dan doa tersebut secara turun temurun kita ucapkan, kita nyanyikan dalam setiap perayaan Ekaristi. Lagu Bapa Kami disisipkan antara doa syukur Agung (anaphora) dan pembagian Komunio. Lagu Bapa Kami yang dinyanyikan memiliki karakteristik yang berbeda- beda, lagu Gregorian bersifat meditatif atau meditasi dan bersifat komtemplatif, bersifat tenang,sedangkan karakteristi lagu Filipina,lebih bersemangat,tidak kaku dan bernyanyi dengan penuh kegembiraan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut ditemukan dari enam informan yang penulis temui empat diantaranya menyukai lagu Bapa Kami versi Gregorian dengan alasan yang berbeda-beda diantaranya, lagu Bapa Kami versi Gregorian gaya menyanyinya lambat, lebih mengumat, mudah diingat dan dihafal dan lebih menghayati, dan juga peneliti menemukan dua informan memiliki preferensi yang berbeda, mereka lebih menyukai lagu Bapa Kami versi Filipina dengan alasan bahwa lagunya lebih bersemangat, lebih hidup, lebih aktif dan mengangkat suasana. Dari berbagai preferensi yang diberikan Umat, menunjukan bahwa setiap umat memiliki pilihan dalam menentukan lagu versi mana yang ia sukai, dari hasil penelitian peneliti mengambil kesimpulan bahwa Umat di KUB Santo Mathias Rasul lebih menyukai lagu Bapa Kami versi Gregoian dibandingkan dengan Lagu Bapa Kami versi Filipina, dan peneliti memberikan saran kepada Umat di KUB Santo Mathias Rasul jangan hanya mengetahui satu versi saja dan terbiasa untuk bernyanyi lagu Bapa Kami dalam berbagai versi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BR Christianity
H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HE Transportation and Communications
M Music and Books on Music > M Music
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Komunikasi
Depositing User: S.Ptk Dami Damianus
Date Deposited: 05 Nov 2019 02:07
Last Modified: 05 Nov 2019 02:07
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/772

Actions (login required)

View Item View Item