Strategi Komunikasi Program Kerja Tanam Bawang Jenis Tuk-Tuk (Studi Kasus pada Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Belu)

DE ARAUJO, Theresia Balok Lopes (2019) Strategi Komunikasi Program Kerja Tanam Bawang Jenis Tuk-Tuk (Studi Kasus pada Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Belu). Diploma thesis, Universitas Katolik Widya Mandira.

[img] Text
ABSTRAKSI .pdf

Download (629kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (78kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (73kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (56kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (99kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (243kB)
[img] Text
BAB VI.pdf

Download (198kB)

Abstract

Program yang dijalankan pertama kali pada tahun 2016 oleh Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan ini mendapat reaksi yang positif dari masyarakat meskipun ada beberapa masyarakat yang menolak. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan peneliti berkaitan dengan bagaimana strategi komunikasi program kerja tanam bawang tuk-tuk oleh pemerintah Kabupaten Belu. Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini yakni studi kasus. Peneliti mengumpulkan data dan melakukan wawancara mendalam dengan 5(lima) narasumber yang berperan langsung dalam program tanam bawang tuk-tuk dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yaitu data yang diperoleh, dikumpulkan kemudian dianalisis berdasarkan konsep tentang strategi komunikasi. Untuk menganalisis strategi komunikasi yang digunakan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan dalam program tanam bawang tuk-tuk, penulis menggunakan 4(empat) indikator, yakni 1)mengenal khalayak, 2) menentukan pesan, 3) seleksi dan penggunaan media, 4) faktor pendukung dan penghambat komunikasi. Berdasarkan hasil wawancara dilapangan, proses pengenalan khalayak saat sosialisasi, awalnya ada beberapa pihak yang menolak karena masih ada keraguan akan suksesnya program tanam bawang. Namun Bupati yang saat itu bertindak sebagai komunikator saat menyampaikan pesan, beliau menggunakan bahasa tetun untuk dapat mempengaruhi masyarakat. Selain itu, dari dinas juga menggunakan komunikasi intrapersonal yakni bicara dari hati ke hati dengan masyarakat sehingga mudah dipersuasif. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan saat itu menggunakan komunikasi secara tatap muka. Adapun factor pendukung yakni kebiasaan masyarakat setempat dan kesamaan bahasa. Kesamaan bahasa saat sosialisasi mempermudah pemerintah untuk mempersuasif masyarakat. Factor penghambat yakni masyarakat belum terbiasa menanam bawang jenis tuk-tuk. Dalam interpretasi data, penulis menggunakan 4(empat) indikator yakni 1)mengenal khalayak, 2) menentukan pesan, 3) seleksi dan penggunaan media, 4) faktor pendukung dan penghambat komunikasi. Selain itu, penulis juga menggunakan 4(empat) tahap kerja humas yakni penelitian, perencanaan, komunikasi dan evaluasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan menggunakan 4(empat) strategi komunikasi untuk mendukung terlaksananya program kegiatan tanam bawang tuk-tuk. 4 (empat) strategi komunikasi tersebut antara lain, )mengenal khalayak, 2) menentukan pesan, 3) seleksi dan penggunaan media, 4) faktor pendukung dan penghambat komunikasi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Q Science > QK Botany
S Agriculture > SB Plant culture
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Komunikasi
Depositing User: S.Ptk Dami Damianus
Date Deposited: 07 Nov 2019 03:31
Last Modified: 07 Nov 2019 03:31
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/781

Actions (login required)

View Item View Item