NINO, Petrus (2022) Melayani Dan Memuji Tuhan Di Waktu Malam (Analisis Eksegetis Atas Teks Mazmur 134). Undergraduate thesis, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.
Text
ABSTRAK.pdf Download (2MB) |
|
Text
BAB I.pdf Download (290kB) |
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (302kB) |
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (507kB) |
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (299kB) |
|
Text
BAB V.pdf Download (292kB) |
Abstract
Manusia tidak bisa melepaskan diri dari nyanyian, pujian atau musik. Tidak ada satu pun kelompok bangsa manusia yang tidak mengenal nyanyian, pujian ataupun musik. Nyanyian atau pujian selalu menjadi bagian ungkapan dan media komunikasi dengan manusia, atau dengan Tuhan sekalipun. Dalam hubungan dengan Tuhan atau secara vertikal, manusia mengungkapkan kesiapan menghadap Tuhan, memohon Tuhan hadir, mengaku dosa, memohon pengampunan, berkat dan keselamatan, mengucap syukur untuk memohon berkat Tuhan. Bagi umat Kristiani, Bentuk yang paling nyata dalam nyanyian atau pujian terdapat dalam mazmur pujian: “Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan. Menyanyilah bagi Tuhan, hai segenap bumi!” (bdk. Mzm 96:1). Nyanyian atau pujian sering atau lazimnya dikhusukan kepada Allah, sebagai satu simbol atau ungkapan syukur kepada Allah dalam liturgi umat kristiani atau ibadat. Pujian atau nyanyian umat menjadi dasar yang paling utama dan dianggap sebagai sentral dari semua musik dan nyanyian lainnya yang ada dalam peribadahan gereja. Dalam sejarah panjang Bangsa Israel sekaligus sejarah iman umat manusia, tak satupun manusia yang tidak mengenal pujian. Nyanyian atau pujian selalu dikumandangkan dari mulut setiap orang yang percaya kepada-Nya. Ini menunjukkan bahwa umat manusia selalu bersyukur akan karya keselamatan yang diberikan Tuhan. Manusia bersyukur akan janji Tuhan yang selalu menyertai dan setia kepada umat-Nya meskipun terkadang manusia lalai menanggapi kebaikan Tuhan tersebut. Kisah dalam Mazmur 134 adalah sebuah seruan syukur yang mengakhiri ziarah panjang umat Israel. Dalam nada kebebasan Tuhan memberi waktu kapan saja kepada mereka untuk bersyukur. Tuhan selalu mendengar karena Tuhann Israel adalah Tuhan yang tidak pernah tidur. Umat Israel menjawabi penyertaan Tuhan dengan pujian pada malam hari dengan meninggalkan segala bentuk kesibukan. Berjaga- jaga di Bait Allah pada malam hari dilakukan oleh bangsa Israel khususnya imam-imam Lewi dari keturunan Harun, untuk memuji Tuhan Maha Agung dalam penyertaan-Nya kepada Israel. Ketaatan adalah kunci keselamatan, dan ketidaktaatan adalah kebinasaan. Hingga saat inidan selamanya , Tuhan akan tetap layak dipuji dalam kehidupan umat manusiawi dan kehidupan orang Kristen. Ketaatan kepada Allah mendatangkan rahmat keselamatan.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
---|---|
Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General) B Philosophy. Psychology. Religion > BR Christianity B Philosophy. Psychology. Religion > BS The Bible B Philosophy. Psychology. Religion > BV Practical Theology > BV1460 Religious Education |
Divisions: | Fakultas Filsafat > Program Studi Ilmu Filsafat |
Depositing User: | S.Fil Petrus Nino |
Date Deposited: | 25 Sep 2022 23:41 |
Last Modified: | 25 Sep 2022 23:41 |
URI: | http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/9418 |
Actions (login required)
View Item |