PEMBELAJARAN NYANYIAN KAKOR LALONG SEBAGAI SALAH SATU LAGU DAERAH NUSA TENGGARA TIMUR PADA SISWA KELAS VIII B SMPK ADISUCIPTO KUPANG

Sartono, Agustinus (2012) PEMBELAJARAN NYANYIAN KAKOR LALONG SEBAGAI SALAH SATU LAGU DAERAH NUSA TENGGARA TIMUR PADA SISWA KELAS VIII B SMPK ADISUCIPTO KUPANG. Diploma thesis, Widya Mandira Catholic Univercity.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (648kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (241kB) | Preview
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (255kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (182kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (373kB)
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (912kB) | Preview

Abstract

Sejak tahun 2006 sampai saat ini, pembelajaran musik di SMP berpedoman pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Materi kurikulum yang harus disampaikan kepada seluruh siswa menitikberatkan kepada pemberian wawasan, pengetahuan, dan keterampilan dalam bidang musik lokal terutama musik Indonesia. Hal itu dapat dilihat dari substansi kurikulum yang menjelaskan bahwa pada kelas VII harus disampaikan tentang musik Nusantara Indonesia, pada kelas VIII harus disampaikan tentang musik daerah setempat, dan pada kelas IX, materi yang harus disampaikan adalah tentang musik Nusantara dan Mancanegara. Dari uraian itu dapat disimpulkan bahwa perbandingan materi bahan ajar yang harus disampaikan kepada siswa antara musik Indonesia (musik daerah setempat dan Nusantara) dengan musik mancanegara adalah 3:1, atau dengan kata lain bahwa materi bahan ajar yang harus disampaikan guru musik di SMP sekitar 75% tentang musik daerah setempat dan Nusantara. Pembelajaran nyanyian Kakor Lalong pada kelas VIII SMPK Adisucipto merupakan contoh dari penerapan materi kurikulum Seni Budaya tingkat SMP. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : Bagaimana strategi yang dilakukan guru dalam menerapkan pembelajaran nyanyian Kakor Lalong pada siswa kelas VIII SMPK Adisucipto Kupang, apa saja kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran nyanyian Kakor Lalong pada siswa kelas VIII SMPK Adisucipto Kupang, dan bagaimana hasil yang didapat setelah penerapan pembelajaran nyanyian Kakor Lalong pada siswa kelas VIII SMPK Adisucipto kupang. Berdasarkan permasalahan, maka tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengetahui strategi yang dilakukan guru dalam menerapkan pembelajaran nyanyian Kakor Lalong pada siswa kelas VIII SMPK Adisucipto Kupang, untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran nyanyian Kakor Lalong pada siswa kelas VIII SMPK Adisucipto Kupang, dan untuk mengetahui hasil yang didapat setelah penerapan pembelajaran nyanyian Kakor Lalong pada siswa kelas VIII SMPK Adisucipto kupang. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif, dimana peneliti sendirilah yang meninjau langsung ke lapangan untuk mengumpulkan data atau informasi yang sesuai dengan fokus penelitian. Untuk memperoleh data dan informasi yang akurat, maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang sesuai dengan metode penelitian kualitatif yang meliputi : studi pustaka, wawancara, observasi dan dokumentasi. Prosedur penelitian yang digunakan yaitu prosedur Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam 3 (tiga) siklus, dimana settiap siklus terdiri atas 4 (empat) tahap, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap penilaian / evaluasi, dan refleksi. Dalam proses analisis data, terdapat tiga kegiatan utama yang dilakukan, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini dikelompokan menjadi dua, yakni hasil dari tes dan hasil dari non-tes. Hasil dari tes didapat berdasarkan nilai yang didapatkan siswa, sedangkan hasil non-tes didapatkan dari hasil observasi dan wawancara. Hasil observasi memberikan gambaran bahwa pembelajaran nyanyian Kakor Lalong sebagai salah satu lagu daerah Nusa Tenggara Timur pada kelas VIII SMPK Adisucipto Kupang dapat menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan, komunikatif dan kondusif. Siswa menjadi lebih aktif, antusias, kreatif dan tidak merasa bosan. Hasil yang didapat dari Siklus I tidak begitu memberikan hasil yang sesuai dengan target, namun sebagai awal dari perbandingan dengan prasiklus, Siklus I sedikit menunjukkan peningkatan dalam segi nilai maupun perilaku. Pembelajaran Siklus II mengacu pada kekurangan yang terjadi pada Siklus I, di mana guru lebih kreatif lagi mengajak siswa untuk lebih menunjukkan apresiasinya terhadap lagu daerah. Pada pelaksanaan Siklus III, siswa mampu membawakan nyanyian Kakor Lalong dengan ekspresi yang mengagumkan. Siswa tidak hanya menyanyi, tetapi mereka juga menyuarakan teriakan-teriakan yang merupakan bagian dari ekpresi mereka. Hasil yang diperoleh dari pembelajaran nyanyian Kakor Lalong pada pelaksanaan Siklus I, Siklus II dan Siklus III dapat disimpulkan sebagai sangat memuaskan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
M Music and Books on Music > M Music
Divisions: ?? sendratasik ??
Depositing User: Walenta Sena
Date Deposited: 28 Jun 2017 04:02
Last Modified: 28 Jun 2017 04:02
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/986

Actions (login required)

View Item View Item