Pengalaman Cultural Shock dan Proses Adaptasi Misionaris Servarum Spiritus Sancti (Ssps) Timor di Negara Misi dalam Komunikasi Lintas Budaya (Studi Fenomenologi Pada Enam Suster Mantan Misionaris Di Provinsi SSpS Timor)

BAU, Veronika Bele (2024) Pengalaman Cultural Shock dan Proses Adaptasi Misionaris Servarum Spiritus Sancti (Ssps) Timor di Negara Misi dalam Komunikasi Lintas Budaya (Studi Fenomenologi Pada Enam Suster Mantan Misionaris Di Provinsi SSpS Timor). Undergraduate thesis, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (325kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (155kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (283kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (70kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (201kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (178kB)
[img] Text
BAB VI.pdf

Download (38kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (99kB)

Abstract

Skripsi ini berjudul Pengalaman cultural shock dan proses adaptasi misionaris Servarum Spiritus Sancti (SSpS) Timor di negara misi dalam komunikasi lintas budaya di Provinsi SSpS Timor. Komunikasi memiliki peran penting pada setiap interaksi lintas budaya. Dalam menjalani komunikasi lintas budaya individu yang terlibat dalam proses komunikasi akan dihadapkan dengan situasi cultural shock yaitu keterkejutan terhadap budaya di lingkungan baru. Untuk mengatasi cultural Shock dibutuhkan proses adaptasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mengenai pengalaman cultural shock dan proses adaptasi para suster mantan misionaris SSpS Timor di negara misi dalam komunikasi lintas budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi fenomenologi menurut Alfred Schuzt. Sumber data yang digunakan data primer dan data sekunder dengan jumlah informan sebanyak enam suster mantan misionaris. Teknik pengumpulan data yakni wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukan cultural shock terjadi karena ada berbagai perbedaan dilingkungan baru yang meliputi bahasa, makanan, gaya hidup dan cuaca. Cultural shock terjadi dalam empat fase; fase honeymoon, fase frustration, fase recovery dan juga fase resolution. Mengatasi permasalahan cultural shock informan mulai melakukan penyesuaian diri dilingkungan baru dengan cara belajar bahasa dan budaya tuan rumah serta melakukan komunikasi dan interaksi secara terus menerus dengan masyarakat di negara misi. Kesimpulan penelitian cultural shock akan dialami oleh siapapun ketika berada dilingkungan baru dengan budaya dan situasi yang serba baru. Pengalaman cultural shock setiap individu bervariasi. Saran untuk peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian terkait pengalaman cultural shock pada budaya sendiri yang dialami seseorang saat kembali ke daerah asalnya setelah lama tinggal di luar negeri.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Cultural Shock, Adaptasi Budaya, Komunikasi Lintas Budaya, Misionaris SSpS Timor, Teori U Curve
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Komunikasi
Depositing User: S.I.Kom Veronika Bele Bau
Date Deposited: 29 Feb 2024 05:07
Last Modified: 29 Feb 2024 05:07
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/15196

Actions (login required)

View Item View Item