Evaluasi Kapasitas Saluran Drainase Di Perempatan Polda (Kepolisian Daerah) Nusa Tenggara Timur Kota Kupang

MANILAU, Romiyanto (2019) Evaluasi Kapasitas Saluran Drainase Di Perempatan Polda (Kepolisian Daerah) Nusa Tenggara Timur Kota Kupang. Undergraduate thesis, Universitas Katolik Widya Mandira.

[img] Text
01. ABSTRAK.pdf

Download (525kB)
[img] Text
02. BAB I.pdf

Download (292kB)
[img] Text
03. BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (595kB)
[img] Text
04. BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (351kB)
[img] Text
05. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text
06. BAB V.pdf

Download (21kB)

Abstract

Saluran drainase merupakan saluran yang berfungsi untuk menampung serta mengalirkan air hujan agar tidak terjadi genangan. Kapasitas saluran drainase sudah seharusnya diperhitungkan untuk menampung debit air yang terjadi sehingga kawasan tersebut tidak mengalami genangan atau banjir. Kelurahan Naikoten I merupakan daerah yang menjadi langganan banjir ketika musim penghujan tiba. Ruas jalannya yang menjadi salah satu daerah titik genangan banjir, tepatnya berada di perempatan Polda NTT kota Kupang. Lokasi ini terletak diantara pertemuan ruas Jalan Herewila, Jalan Sudirman, Jalan Soeharto, dan Jalan Alfons Nisnoni. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi debit limpasan aliran dan kapasitas saluran drainase di perempatan Polda NTT Kupang menggunakan dengan pemodelan EPPA SWMM 5.1. Setelah pemodelan sistem jaringan drainase didapatkan 10 subcatchment area, 40 nodejunction, 48 nodeconduit, dan 1 nodeoutfall. Hasil analisis debit limpasan didapatkan debit puncak limpasan terbesar pada subcatchment area 5 dan terkecil pada subcatchment area 9 dengan nilai masing – masing sebesar1844,42 L/dtk dan 477,50 L/dtk. Selain itu terdapat tiga junction yang kapasitasnya terlampaui yaitu Junction 28, Junction 35 dan junction 37. Modifikasi dimensi dilakukan untuk mengoptimalkan kapasitas saluran. Junction 28 kedalaman awal 0,8 m diubah menjadi 1,2 m, Junction 35 kedalaman awal 1 m diubah menjadi 1,8 m, Junction 37 kedalaman awal 1 m diubah menjadi 1,2 m. Modifikasi yang dilakukan terhadap dimensi setiap junction yang kapasitasnya terlampaui, secara langsung berdampak pada perubahan dimensi saluran (conduit) yang saling terhubung yaitu conduit S33, S36, S38, S39 dan S44. Perbedaan dimensi saluran conduit S33 dimensi awal b=0,6m ; h=1m menjadi b=0,8m ; h=1,2m, S36 dimensi awal b=0,6m ; h=1m menjadi b=0,6m ; h=1,4m, S38 dimensi awal b=1,25m ; h=1m menjadi b=1,25m; h=1,8m, S39 dimensi awal b=1,25m ; h=1m menjadi b=1,25m; h=1,8m, S44 dimensi awal b=0,8m ; h=1m menjadi b=1,6m; h=1,2m, S47 dimensi awal b=0,6m ; h=0,8m menjadi b=1,5m ; h=1m, S48 dimensi awal b=1,25m ; h=1m menjadi b=1,5m; h=1,8m.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Saluran drainase, debit limpasan, kapasitas saluran, EPPA SWMM 5.1.
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
T Technology > TH Building construction
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: S.Fil Lake Primus Sani
Date Deposited: 22 Nov 2022 07:57
Last Modified: 22 Nov 2022 07:57
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/10213

Actions (login required)

View Item View Item