Hubungan Antara Percepatan Waktu Pelaksanaan Dan Biaya Pelaksanaan Proyek Dengan Metode Jalur Kritis (Studi Evaluasi Pada Proyek Pembangunan Jalan Motamasin-Laktutus)

BILI, Jeferson Rino (2016) Hubungan Antara Percepatan Waktu Pelaksanaan Dan Biaya Pelaksanaan Proyek Dengan Metode Jalur Kritis (Studi Evaluasi Pada Proyek Pembangunan Jalan Motamasin-Laktutus). Undergraduate thesis, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (929kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (180kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (488kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (205kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (784kB)

Abstract

Keterlambatan pekerjaan proyek dapat diantisipasi dengan melakukan percepatan dalam pelaksanaannya. Percepatan dapat dilakukan dengan mengadakan penambahan jam kerja, alat bantu yang lebih produktif, penambahan jumlah pekerja, penggunaan material yang lebih cepat pemasangannya dan metode konstruksi yang lebih cepat. Salah satu metode yang digunakan dalam penjadwalan proyek ialah metode jalur kritis. Pada metode jalur kritis dapat dilihat hubungan ketergantungan antara tiap kegiatan serta dapat diketahui kegiatan-kegiatan mana yang dapat ditunda, sehingga dapat direncanakan waktu pelaksanaan proyek yang lebih teliti dan alokasi sumber daya yang lebih efesien. Untuk merencanakan dan menyusun penjadwalan kerja dengan metode jalur Kritis, perubahan biaya tenaga kerja akibat percepatan waktu proyek serta hubungan antara percepatan waktu penyelesaian dan biaya pelaksanaan proyek maka dibuat penelitian dengan judul “Hubungan Antara Percepatan Waktu Pelaksanaan Dan Biaya Pelaksanaan Proyek Dengan Metode Jalur Kritis” pada Proyek Pembangunan Jalan Motamasin-Laktutus. Hasil analisa yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa penjadwalan kerja dengan metode jalur kritis membutuhan waktu kerja efektif sebesar 146 hari dari 148 hari yang disyaratkan, akibat penambahan jam kerja lembur sebanyak 1 jam, 2 jam dan 3 jam mengakibatkan waktu pelaksanaan berkurang menjadi 129 hari, 121 hari dan 118 hari untuk masing-masing penambahan jam kerja lembur. Dengan adanya penambahan jam kerja lembur mengakibatkan biaya tenaga kerja mengalami kenaikan misalnya pada pekerjaan Galian Biasa 1 (D1) dengan biaya tenaga kerja awal untuk mandor sebesar Rp.4.670.232,68 dan untuk pekerja sebesar Rp.5.357.522,62 akibat penambahan 1 jam kerja lembur biaya mandor menjadi Rp.4.952.149,46 dan biaya pekerja menjadi Rp.5.680.927,39 akibat penambahan 2 jam kerja lembur biaya mandor menjadi Rp.5.416.482,98 dan biaya pekerja menjadi Rp.6.213.594,07 akibat penambahan 3 jam kerja lembur biaya mandor menjadi Rp.5.831.066,48 dan biaya pekerja menjadi Rp.6.689.189,32. Akibat penambahan jam kerja lembur mengakibatkan biaya pelaksanaan proyek semakin besar dengan waktu penyelesaian semakin kecil yaitu penambahan 1 jam kerja lembur mengakibatkan biaya pelaksanaan proyek menjadi Rp.39.947.771.565,10 dengan 129 hari kerja, sedangkan penambahan 2 jam kerja lembur mengakibatkan biaya pelaksanaan proyek menjadi Rp.39.955.708.505,68 dengan 121 hari kerja, sedangkan penambahan 3 jam kerja lembur mengakibatkan biaya pelaksanaan proyek menjadi Rp.39.961.962.249,82 dengan 118 hari kerja dari biaya pelaksanaan proyek normal sebesar Rp.39.942.990.218,19 dengan hari kerja normal 146 hari kerja.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Percepatan, Waktu Penyelesaian Proyek, Biaya Proyek, Tenaga Kerja, Metode Jalur Kritis
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Depositing User: S.Kom Sela Mikado
Date Deposited: 12 Aug 2022 01:43
Last Modified: 12 Aug 2022 01:43
URI: http://repository.unwira.ac.id/id/eprint/7630

Actions (login required)

View Item View Item